News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Harga BBM Kenya Meroket Imbas Perang Iran, Demo Massal Lumpuhkan Kota hingga Tewaskan 4 Orang

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Gelombang protes besar mengguncang Kenya setelah harga bahan bakar melonjak tajam akibat dampak perang Iran yang memicu krisis energi global.

Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan lebih dari 30 lainnya luka-luka dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan pada Senin (18/5/2026).

Al Jazeera melaporkan aksi demonstrasi terjadi di berbagai kota besar, termasuk Nairobi dan Mombasa, setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar hingga lebih dari 20 persen dalam dua bulan terakhir.

Kenaikan itu memicu pemogokan nasional sektor transportasi umum yang langsung melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Jalan-jalan utama di Nairobi tampak lengang setelah operator bus dan angkutan umum menghentikan layanan mereka.

Banyak warga terpaksa berjalan kaki menuju tempat kerja dan sekolah karena minimnya transportasi umum.

Di sejumlah titik, para demonstran membakar ban, memblokade jalan, dan melempari aparat dengan batu.

Polisi kemudian membubarkan massa menggunakan gas air mata.

“Kami kehilangan empat warga Kenya dalam kekerasan hari ini, yang juga menyebabkan lebih dari 30 orang terluka,” kata Menteri Dalam Negeri Kenya Kipchumba Murkomen dalam konferensi pers yang disiarkan televisi.

Murkomen juga menyebut sedikitnya 348 orang telah ditangkap selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Imbas Perang Iran dan Krisis Minyak Dunia

Baca juga: Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru untuk Selat Hormuz

Pemerintah Kenya menyebut lonjakan harga BBM tidak lepas dari gejolak pasar energi global akibat perang Iran.

BBC melaporkan Kenya sangat bergantung pada impor bahan bakar dari kawasan Teluk yang distribusinya terganggu setelah konflik AS-Israel dengan Iran memicu penutupan efektif Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.

Kementerian Energi Kenya membela keputusan menaikkan harga BBM dengan alasan pemerintah harus menyesuaikan harga dengan kondisi pasar internasional yang tidak stabil.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini