News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional Gara-gara Serang 149 Tempat Budaya

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DAMPAK SERANGAN AS-ISRAEL - Tangkapan layar IRNA memperlihatkan kerusakan di Kompleks Budaya dan Sejarah Saadabad setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 16 Maret 2026. Iran akan menggugat AS dan Israel atas serangan terhadap situs-situs budaya. Setidaknya 149 situs budaya rusak karena serangan AS dan Israel.

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan Teheran akan menyeret Amerika Serikat (AS) dan Israel ke pengadilan terkait serangan terhadap tempat-tempat budaya Iran.

Kazem Gharibabadi mengatakan setidaknya 149 bangunan bersejarah dan museum di 20 provinsi Iran, termasuk lima lokasi yang terdaftar di UNESCO, yang rusak akibat dibombardir oleh AS dan Israel.

"Iran akan mencatat, mendokumentasikan, dan menindaklanjuti serangan terhadap warisan budayanya ini dalam kerangka tanggung jawab internasional; karena mereka tidak akan membiarkan kekuatan mana pun mengorbankan sejarah bangsa Iran yang agung demi tujuan militer dan politik mereka saat ini,” tulisnya.

"Situs-situs budaya harus dilindungi selama konflik sesuai dengan Konvensi Den Haag 1954 dan aturan-aturan dasar hukum humaniter," tambah diplomat tersebut.

“Warisan budaya Iran bukan hanya aset nasional rakyat Iran; itu adalah bagian dari ingatan bersama umat manusia,” lanjutnya.

Peradaban Persia, yang berpusat di Iran modern, adalah salah satu budaya tertua dan paling berpengaruh secara historis di dunia, yang berasal dari Kekaisaran Akhemenid yang didirikan pada tahun 550 SM.

Wakil menteri tersebut menegaskan serangan terhadap situs-situs bersejarah oleh AS dan Israel merupakan manifestasi nyata dari perilaku melanggar hukum rezim Amerika dan rezim Zionis.

Kementerian Kebudayaan Iran sebelumnya memperkirakan bahwa perbaikan situs-situs warisan budaya yang rusak selama konflik akan menelan biaya sekitar 70 triliun rial (hampir 39 juta dolar).

Serangan AS dan Israel sebelum gencatan senjata telah merusak setidaknya 149 bangunan bersejarah.

Termasuk serangan pada 16 Maret 2026 yang menghantam tiga monumen bersejarah, yaitu Istana Hijau, Museum Omidvar Bersaudara, dan Kushk (Rumah Gubernur) di kompleks Sa'dabad.

Baca juga: Trump Tunda Serang Iran Sesuai Permintaan Qatar, Arab Saudi, dan UEA

Bangunan tersebut mengalami kerusakan dan kerugian serius akibat gelombang ledakan dari serangan udara Amerika dan Israel, seperti diberitakan IRNA.

AS bersama sekutunya, Israel, sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan Iran sejak 8 April lalu, namun perjanjian tersebut rapuh di tengah ketegangan yang belum mereda.

Belum ada kemajuan dalam perundingan perdamaian tidak langsung yang ditengahi oleh Pakistan.

Baik Washington maupun Teheran sama-sama menolak proposal satu sama lain sebagai tuntutan yang tidak dapat diterima.

Serangan AS Terhadap Tempat Budaya saat Perang

Sejak tahun 1950-an, berbagai konflik yang melibatkan Amerika Serikat di sejumlah negara seperti Korea, Vietnam, Irak, Suriah, hingga Afghanistan disebut telah menyebabkan kerusakan besar, termasuk hancurnya sejumlah situs warisan budaya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini