News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tambang Emas Ilegal Longsor di Angola, 28 Orang Tewas dan 2 Hilang

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI TAMBANG EMAS LONGSOR - Sedikitnya 28 orang dilaporkan tewas dan dua lainnya masih hilang setelah tambang emas ilegal runtuh di wilayah Agola, Provinsi Bengo, Angola, Sabtu (24/5/2026). Peristiwa tragis itu terjadi akibat longsoran tanah yang menimbun para penambang yang sedang beraktivitas di lokasi tambang ilegal tersebut.

 

TRIBUNNEWS.COM, ANGOLA  - Sedikitnya 28 orang dilaporkan tewas dan dua lainnya masih hilang setelah tambang emas ilegal runtuh di wilayah Agola, Provinsi Bengo, Angola, Sabtu (24/5/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi akibat longsoran tanah yang menimbun para penambang yang sedang beraktivitas di lokasi tambang ilegal tersebut.

Dilansir dari Anadolu, pihak kepolisian Angola menyebut para korban berusia antara 18 hingga 40 tahun. 

Dari jumlah korban tewas, 13 orang diketahui berasal dari satu keluarga yang sama.

Juru bicara kepolisian, Gaspar Luis Inacio, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan dua korban yang hingga kini diyakini masih tertimbun material longsor.

“Insiden ini terjadi pada Sabtu dan tim penyelamat masih bekerja di lokasi untuk mencari korban yang belum ditemukan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (25/5/2026).

Tambang emas ilegal memang marak ditemukan di sejumlah wilayah Angola.

Baca juga: Pekerja Tambang Emas di Yahukimo Papua Pegunungan Tewas, Diduga Pelakunya OPM

Aktivitas tersebut kerap dilakukan tanpa standar keselamatan yang memadai sehingga rawan memicu kecelakaan fatal, terutama saat kondisi tanah labil atau cuaca buruk.

Sementara itu, pihak rumah sakit pusat di Provinsi Bengo juga mengonfirmasi adanya korban selamat yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Pengawas kesehatan rumah sakit pusat, Francisco Rodrigues, mengatakan sedikitnya tiga korban saat ini masih menjalani perawatan medis.

Menurut Rodrigues, kondisi ketiga pasien tersebut sudah stabil dan berada di luar kondisi kritis.

“Ketiga pasien sadar dan tidak berada dalam bahaya. Tidak ada kebutuhan mendesak untuk dirujuk ke fasilitas medis lain,” katanya kepada wartawan.

Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan investigasi terkait penyebab pasti runtuhnya tambang tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran keselamatan kerja dalam aktivitas penambangan ilegal di kawasan itu. (Anadolu)

 

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini