News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Lokasi Rahasia Mojtaba Khamenei - Kendala Proposal Perdamaian AS-Iran

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Proses perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung.

Namun, masih banyak kebingungan dan pertanyaan yang belum terjawab.

Mengutip Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump menyebut, ia menginstruksikan timnya untuk tidak perlu terburu-buru dalam mencapai kesepakatan dengan Iran.

Trump juga mengatakan pada Sabtu (23/5/2026) bahwa sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu finalisasi antara AS, Iran, dan berbagai negara lain.

Para pejabat Iran mengonfirmasi bahwa negosiasi sedang berlangsung dan beberapa kemajuan telah dicapai.

Namun, sebuah sumber Iran mengatakan kepada Ali Hashem dari Al Jazeera bahwa ada tanda-tanda kemunduran AS pada dua isu utama, yakni mekanisme pencairan aset Iran dan cakupan gencatan senjata di Lebanon.

Selat Hormuz dan program nuklir Iran juga tampaknya masih menjadi poin yang diperdebatkan.

Poin-Poin Penting

Lalu, apa saja yang mungkin termasuk dalam usulan kesepakatan gencatan senjata Iran?

Menurut seorang pejabat AS kepada Axios, kesepakatan antara Iran dan AS akan mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, di mana Selat Hormuz akan dibuka kembali.

Di samping itu, Iran dapat menjual minyak secara bebas, dan pembicaraan mengenai pembatasan program nuklir Iran akan digelar.

Iran juga akan setuju untuk membersihkan ranjau yang telah dipasang di selat tersebut serta tidak mengenakan bea masuk pada kapal.

Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran yang telah berlaku sejak 13 April.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan pada Minggu (24/5/2026) bahwa kesepakatan itu dapat mewujudkan Selat Hormuz yang sepenuhnya terbuka tanpa pungutan tol jika berhasil.

Namun, media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali Iran.

Selain itu, pertempuran juga akan dihentikan di semua lini, termasuk Israel dan Lebanon.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini