News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Mengapa AS Melancarkan Serangan ke Pulau Qeshm di Selat Hormuz?

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRGC mengatakan insiden tersebut memicu respons dari angkatan lautnya.

"Sebagai tanggapan atas agresi dan pelanggaran peraturan yang mengatur Selat Hormuz, sebuah kapal musuh Amerika-Zionis bernama Panaya menjadi sasaran rudal yang diluncurkan oleh Angkatan Laut IRGC," kata IRGC.

IRGC menyatakan operasi pembalasan tersebut dilakukan sesuai dengan peringatan yang telah disampaikan sebelumnya.

"Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan dibalas dengan respons yang berbeda dan lebih berat, dan kami bertindak sesuai dengan peringatan tersebut. Respons ini harus menjadi pelajaran."

"Kami menegaskan kembali bahwa mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa konsekuensi berat bagi militer AS yang agresif."

Tentang Pulau Qeshm

PULAU QESHM IRAN - Tangkap layar Al Jazeera, menampilkan koridor pengiriman di Selat Hormuz, dengan Pulau Qeshm, Pulau Larak dan Pulau Hormuz termasuk di antaranya. (tangkapan layar)

Mengutip Firstpost, Qeshm merupakan pulau terbesar di Teluk Persia dengan luas sekitar 1.491 kilometer persegi.

Pulau ini terletak sekitar 22 kilometer di selatan Bandar Abbas, salah satu kota pelabuhan terpenting di Iran.

Lokasinya menempatkan Qeshm di dekat salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Pulau Qeshm membentang sejajar dengan garis pantai Iran dan menghadap jalur air yang terhubung ke Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.

Penguasaan wilayah di kawasan ini memberikan pengaruh besar terhadap perdagangan maritim.

Qeshm telah berkembang menjadi pusat operasi utama bagi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), khususnya cabang angkatan laut dan kedirgantaraannya.

Pulau ini menampung fasilitas angkatan laut, infrastruktur drone, sistem komunikasi, dan pusat komando militer.

Posisinya juga memungkinkan pasukan Iran beroperasi dekat dengan jalur pelayaran internasional sambil tetap memperoleh dukungan dari fasilitas di daratan utama.

Iran telah mempertahankan blokade efektif di Selat Hormuz sejak 4 Maret 2026.

Pembatasan tersebut dilaporkan telah mengurangi aktivitas pelayaran melalui wilayah itu lebih dari 70 persen.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini