News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mantan Intelijen Rusia Prediksi Era Konflik Berkepanjangan dan Konfrontasi Global

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERANG RUSIA - Andrei Bezrukov, penasihat kepala perusahaan minyak raksasa Rosneft, Igor Sechin, dan seorang kolonel purnawirawan dari Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR). Andrei Bezrukov, mantan kolonel intelijen Rusia, memperkirakan Rusia akan berada dalam kondisi perang dan konfrontasi global (Tangkapan layar dari video / Ostorozno Novosti / Telegram)

Ringkasan Berita:

  • Andrei Bezrukov, mantan kolonel intelijen Rusia dan penasihat Rosneft, memperkirakan Rusia akan berada dalam kondisi perang dan konfrontasi global selama beberapa dekade mendatang. 
  • Ia menilai dunia sedang memasuki fase baru persaingan kekuatan besar yang berpotensi berkembang menjadi konflik global lebih luas. 
  • Bezrukov juga menyerukan agar Rusia memperkuat militerisasi dan kesiapan pertahanannya untuk menghadapi tantangan jangka panjang.

 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia diperkirakan akan tetap berada dalam kondisi perang berkepanjangan dan konfrontasi global selama "beberapa dekade ke depan", menurut Andrei Bezrukov, penasihat kepala perusahaan minyak Rosneft Igor Sechin serta kolonel purnawirawan Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR).

Mengutip Kyiv Post, berbicara dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Rabu, Bezrukov mengatakan bahwa masyarakat Rusia harus menerima kenyataan bahwa negara tersebut sedang memasuki era konflik yang berkepanjangan.

"Kita harus mengakui bahwa dalam beberapa tahun ke depan, mungkin selama beberapa dekade, kita akan berada dalam keadaan perang," ujarnya pada Rabu.

Forum ekonomi utama Rusia itu dibuka di tengah kepulan asap hitam tebal setelah serangan Ukraina menghantam fasilitas energi dan militer di St. Petersburg, mengganggu upaya Kremlin untuk menampilkan ketahanan ekonomi negaranya.

Serangan jarak jauh tersebut terjadi ketika sekitar 20.000 delegasi dari 130 negara berkumpul dalam pertemuan bisnis tahunan utama Kremlin yang berlangsung selama tiga hari dan sering dijuluki sebagai "Davos-nya Rusia".

Dalam sesi bertajuk "Ancaman utama bagi Rusia pada kuartal kedua abad ke-21", Bezrukov menyatakan bahwa konflik di masa depan dapat berupa "perang panas" maupun apa yang ia sebut sebagai "perang merayap" yang menyebar ke berbagai wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut akan membentuk "dua generasi" yang pada dasarnya tumbuh dalam suasana perang.

Baca juga: Profil Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia yang Luncurkan Rudal Onyx dari Dasar Laut Arktik: NATO Geger

Bezrukov mengklaim bahwa Rusia saat ini berada pada apa yang ia sebut sebagai "gelombang pertama perang dunia", serta memprediksi akan muncul gelombang kedua konfrontasi global yang sebanding dengan Perang Dunia pada abad ke-20.

Ia mengatakan eskalasi berikutnya kemungkinan muncul di Asia dan menilai berbagai krisis global belakangan ini sebagai bukti adanya pergeseran keseimbangan kekuatan dunia.

"Hegemon tidak lagi menjadi hegemon," katanya, merujuk pada Amerika Serikat, sembari memprediksi akan terjadi benturan-benturan lebih lanjut di masa depan.

Bezrukov juga kembali menghidupkan tuduhan mengenai "perang biologis" Barat terhadap Rusia. Ia menuduh laboratorium-laboratorium di dekat perbatasan Rusia sedang mengembangkan senjata biologis masa depan, tuduhan yang telah lama dibantah oleh pemerintah negara-negara Barat.

Ia mendesak Moskow untuk merombak sistem ekonomi dan tata kelola negara agar lebih memprioritaskan militerisasi jangka panjang serta kesiapan pertahanan, sambil tetap melanjutkan pembangunan.

Bezrukov adalah mantan perwira intelijen Soviet yang pernah beroperasi secara rahasia di Amerika Serikat menggunakan identitas Donald Heathfield. Ia ditangkap oleh FBI pada tahun 2010 dalam kasus pertukaran mata-mata yang melibatkan agen-agen rahasia Rusia yang dikenal sebagai "illegals". Setelah itu, ia kembali ke Rusia bersama keluarganya.

Saat ini, ia mengajar di MGIMO dan secara rutin memberikan kuliah mengenai geopolitik serta peran Rusia di dunia, sambil mempromosikan pandangan bahwa konfrontasi jangka panjang antara Rusia dan Barat akan terus berlangsung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini