Namun pemerintah Lebanon membantah klaim tersebut dan menyebut kehadiran militer Israel sebagai pelanggaran langsung terhadap gencatan senjata.
Selat Hormuz Tersendat, Jalur Energi Dunia Lumpuh Parsial
Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Kembali Retak, Washington Bombardir Radar Iran setelah Cegat Drone Teheran
Dampak paling signifikan dari perang ini terjadi di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang biasanya dilalui sekitar 100 kapal tanker per hari.
Namun data pelacakan kapal yang dikutip dari Al Jazeera menunjukkan hanya sekitar 607 kapal yang melintas dalam periode 28 Februari hingga 31 Mei 2026, atau rata-rata hanya 7 kapal per hari.
Seorang analis energi menilai kondisi ini sebagai gangguan serius terhadap sistem energi global.
“Setiap gangguan di Selat Hormuz langsung berdampak ke pasar global karena hampir seperlima minyak dunia melewati jalur ini,” ujarnya.
Gangguan ini juga berdampak pada rantai distribusi energi global, termasuk pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) ke berbagai negara.
Harga Minyak Tembus 120 Dolar AS, IEA Sebut Krisis Terburuk
Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak dari sekitar 70 dolar AS per barel menjadi 120 dolar AS pada puncak eskalasi konflik, sebelum kemudian stabil di kisaran lebih tinggi dari sebelum perang.
International Energy Agency (IEA) menyebut konflik ini sebagai salah satu guncangan energi paling serius dalam sejarah pasar modern.
“Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah telah menciptakan volatilitas ekstrem di pasar energi global,” demikian pernyataan IEA.
146 Negara Terdampak Kenaikan Harga BBM
Baca juga: 100 Hari Perang Iran: Trump Gagal Jual Narasi Kemenangan, Justru Jadi Boomerang Politik
Al Jazeera mencatat sedikitnya 146 negara di dunia terdampak kenaikan harga bahan bakar sejak perang pecah.
Dampak paling besar terjadi di negara berkembang:
- Myanmar: harga bensin naik lebih dari 90 persen
- Nigeria: naik lebih dari 50 persen
- Peru: naik sekitar 40 persen
Seorang ekonom energi menyebut kondisi ini sebagai efek domino global yang tak terhindarkan.
“Ketika suplai energi terganggu di Teluk, seluruh sistem harga global langsung merespons dalam hitungan hari,” katanya.
Inflasi Global Menguat, Tekan Ekonomi Dunia
Kenaikan harga energi turut mendorong biaya logistik global, mulai dari transportasi, pupuk, hingga distribusi pangan.
Dampaknya, tekanan inflasi meningkat di banyak negara, terutama ekonomi berkembang yang bergantung pada impor energi.
Baca tanpa iklan