Ringkasan Berita:
- China dituduh secara sengaja memasang alat pelacak di mobil dinas Perdana Menteri Inggris.
- Tuduhan tersebut disampaikan oleh Charles Parton dalam sidang Komite Bisnis dan Perdagangan Parlemen Inggris pada 9 Juni 2026.
- Ia mengatakan bahwa pada 2022 mobil PM Inggris "mengirimkan data ke China melalui modul seluler" dan informasi itu diperolehnya dari sumber pemerintah senior.
- Pemerintah China membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai rumor yang tidak berdasar.
TRIBUNNEWS.COM, INGGRIS - Tuduhan baru tentang spionase China Tiongkok muncul di Inggris.
Hal itu mencuat setelah para anggota parlemen Inggris diberitahu bahwa sebuah alat pelacak yang mampu mengirimkan data ke China ditemukan di mobil dinas yang kerap digunakan oleh perdana menteri Inggris.
Klaim tersebut muncul selama sidang komite parlemen.
Kesaksian yang disampaikan di hadapan anggota parlemen, perangkat tersebut ditemukan pada tahun 2022 selama pemeriksaan keamanan kendaraan perdana menteri.
Pengungkapan ini menimbulkan pertanyaan apakah para pemimpin di Inggris secara tidak sadar terpapar pengawasan spionase asing.
Tuduhan mengejutkan itu disampaikan oleh Charles Parton, seorang peneliti senior di Council on Geostrategy dan mantan diplomat Inggris.
Dia juga dikenal memiliki pengalaman puluhan tahun di China, Hong Kong, dan Taiwan.
Saat tampil di hadapan Komite Bisnis dan Perdagangan Dewan Perwakilan Rakyat, Parton mengatakan kepada anggota parlemen bahwa kendaraan perdana menteri telah mengirimkan data ke China melalui modul seluler.
"Mobil perdana menteri pada tahun 2022 mengirimkan data ke China melalui modul seluler," katanya.
Modul seluler adalah komponen elektronik yang memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi melalui jaringan seluler.
Modul ini banyak digunakan pada kendaraan modern dan dapat mengirimkan data dari jarak jauh.
Parton mengatakan informasi itu berasal dari sumber pemerintah yang berkedudukan tinggi.
"Seorang anggota pemerintah yang sangat senior, yang pasti tahu mobil siapa itu, memberi tahu saya," tambahnya.
Masih belum jelas kendaraan perdana menteri mana yang terlibat.
Inggris memiliki tiga perdana menteri dari Partai Konservatif selama periode tersebut yakni Boris Johnson, Liz Truss, dan Rishi Sunak.
Picu debat keamanan
Menurut media lokal, perangkat tersebut disembunyikan di dalam komponen tersegel yang diimpor dari China dan dipasang oleh pabrikan kendaraan.
Petugas keamanan diyakini telah menemukannya saat melakukan inspeksi terhadap kendaraan pemerintah yang digunakan oleh para menteri dan diplomat.
Parton menggunakan insiden tersebut untuk memperingatkan para pembuat undang-undang tentang meningkatnya kehadiran modul seluler buatan China dalam teknologi sehari-hari.
"Pihak Tiongkok bertujuan untuk mendapatkan monopoli dalam pembuatan modul seluler, dan mereka sudah cukup berhasil dalam hal itu," katanya kepada komite tersebut.
Dia menambahkan bahwa teknologi semacam itu kini ditemukan di segala hal, mulai dari mobil dan pesawat terbang hingga bel pintu pintar.
"Jika pihak Tiongkok ingin mematikan semua kendaraan Anda, karena semuanya memiliki modul seluler, itu tidak akan sulit," kata Parton.
Para pejabat menolak klaim itu
Sejauh ini, pihak berwenang Inggris menolak untuk memberikan komentar publik mengenai tuduhan spesifik tersebut.
Sebuah sumber pemerintah mengatakan kepada Daily Mail bahwa para pejabat tidak mengakui klaim terkait kendaraan perdana menteri tersebut.
"Sebagai bagian dari kebijakan yang telah lama berlaku, kami tidak akan pernah berkomentar tentang masalah keamanan," kata seorang juru bicara pemerintah.
Kepolisian Metropolitan, yang bertanggung jawab atas perlindungan perdana menteri dan mengoperasikan kendaraan resmi pemerintah, juga menolak untuk membahas masalah tersebut.
"Kami tidak berkomentar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keamanan," kata juru bicara Scotland Yard kepada Daily Mail.
China telah menolak tuduhan serupa.
China menepis tuduhan tersebut sebagai "tidak berdasar dan hanya rumor belaka".
Para pejabat China mengatakan bahwa mereka "dengan tegas menentang manipulasi politik terhadap kerja sama ekonomi dan perdagangan normal atau segala bentuk pencemaran nama baik perusahaan-perusahaan Tiongkok."
Baca tanpa iklan