News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Usai Digempur AS, Iran Kunci Selat Hormuz: Kapal yang Nekat Melintas Bakal Ditembak

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

“Pasukan Amerika memulai serangan pertahanan diri tambahan hari ini pukul 17.15 ET terhadap beberapa target di Iran,” demikian pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat dalam unggahan di platform X.

“Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan,” lanjut pernyataan tersebut.

Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terhadap Teheran.

Trump menuding Iran terlalu lama menjalankan proses negosiasi damai dan mempermainkan upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Trump bahkan menyatakan Iran kini harus menerima konsekuensi atas sikapnya tersebut.

“Si pengganggu Timur Tengah telah mati. Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya, dikutip AFP.

Pernyataan terbaru Trump ini berbeda dengan sikap optimistis yang sebelumnya ia tunjukkan pada Selasa (9/6/2026).

Saat itu, Trump mengaku yakin proses negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran sudah memasuki tahap akhir dan dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga hari.

Namun situasi justru berubah drastis setelah serangan baru Amerika Serikat kembali terjadi dan memicu respons keras dari Teheran.

Dunia Khawatir Krisis Energi Global

Meski pemerintah Iran berdalih penutupan jalur tersebut dilakukan karena kawasan sudah tidak aman bagi aktivitas pelayaran internasional, langkah Teheran langsung memicu kepanikan di berbagai negara.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz dapat menyebabkan harga energi dunia melonjak tajam dalam waktu singkat.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan Samudra Hindia.

Kendati terlihat kecil di peta dunia, wilayah ini menjadi salah satu pusat distribusi minyak paling penting di dunia.

Sekitar seperlima pasokan minyak global diketahui melewati Selat Hormuz setiap harinya. Negara-negara penghasil minyak besar seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, hingga Iran sangat bergantung pada jalur tersebut untuk mengekspor minyak ke pasar internasional.

Karena itulah, penutupan Selat Hormuz dinilai dapat memicu efek domino terhadap perekonomian global. Tidak hanya menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia, kondisi ini juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi internasional.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini