"Presiden Trump bersedia kembali berperang jika diperlukan, tetapi telah memberi Iran kesempatan untuk membuat kesepakatan ini," ujar Hegseth.
2. Iran-AS Perang Narasi: Saling Bantah soal Penutupan Selat Hormuz dan Trump yang Hubungi Pejabat Iran
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap beberapa titik di Iran pada Kamis (11/6/2026) dini hari.
Iran membalas dengan menyerang target-target militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Perang Iran-AS yang berlarut-larut turut membawa dampak serius bagi Indonesia, terutama pada sektor energi, ekonomi, dan stabilitas fiskal.
Di samping serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Iran, kedua belah pihak juga melancarkan perang informasi atau information warfare.
Perang informasi atau perang narasi adalah penggunaan dan pengelolaan informasi serta teknologi komunikasi untuk mendapatkan keunggulan atas lawan, yang tujuannya adalah memanipulasi informasi agar lawan membuat keputusan yang merugikan dirinya sendiri atau agar publik atau pasukan sendiri tetap percaya pada informasi yang dikendalikan.
Tribunnews merangkum setidaknya 3 perang informasi yang diluncurkan Iran dan AS hanya dalam beberapa jam setelah serangan terbaru AS.
1. Penutupan Selat Hormuz
Setelah AS melancarkan serangannya pada Kamis (11/6/2026), Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup.
Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman serta menjadi salah satu titik paling strategis di dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati jalur tersebut.
Mengutip Guardian, komando militer gabungan tertinggi Iran mengatakan pihaknya menutup Selat Hormuz bagi seluruh pelayaran dan memperingatkan bahwa kapal apa pun yang mencoba melintasinya akan menjadi sasaran.
3. Pipa Raksasa Misterius dari China Terdampar di Pantai Jepang, Biaya Evakuasi Tembus Rp5,6 Miliar
Warga Prefektur Ishikawa Jepang digegerkan oleh penemuan sebuah selang (pipa) raksasa misterius dari China sepanjang sekitar 150 meter yang terdampar di pantai Kota Shika.
"Benda berukuran luar biasa besar itu membuat warga setempat terkejut dan membandingkannya dengan adegan film fiksi ilmiah," ungkap Sayama seorang warga Ishikawa kepada Tribunnews.com Kamis (11/6/2026).
Baca tanpa iklan