News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konsultasi Gigi dan Mulut

Setelah Bersihkan Karang Gigi, Saya Tersiksa Ngilu, Apa Sebab dan Solusinya?

Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi: Dokter sedang menerangkan proses pembersihan karang gigi. (foto Insert: Drg R Ngt Anastasia Ririen Pramudyawati)

Pengantar:  

Apa kabar, Mbak Dokter?

Saya Dede Sulaiman, orang jogja yang saat ini tinggal di kutim. Mau curhat nih. Gigi depan bagian bawah saya terasa ngilu. Ini bikin nggak nyaman banget.

Untuk mengurangi sakit, saya pakai obat kumur. Saya heran, apa ya sebabnya? Yang pasti, sebelumnya saya pernah ke dokter gigi, bersihkan karang gigi.

Anehnya dua hari setelah pembersihan karang gigi, saya tersiksa rasa ngilu. Pada hari ketiga sampai hari kedelapan, rasa ngilu hilang. Tapi anehnya pada hari kesembilan, persisnya pada Sabtu 2 Maret 2013 lalu, rasa ngilu muncul lagi. Saya penasaran, ngilunya itu karena apa ya, Dok? Kok hilang muncul, hilang muncul lagi?  Mohon jawaban dan sarannya. Terimakasih

(Dede Sulaeman R)

 

Jawaban:
 
Selamat pagi juga, Mas Dede..
 
Tinggal di Kutim, ya sekarang? Maaf..di manakah itu persisnya? ..saya belum paham.
 
Oya, proses pembersihan karang gigi dimaksudkan untuk melepas semua karang gigi yang melekat pada seluruh permukaan gigi kita.
 
Berdasar posisi melekatnya, jenis karang gigi terbagi atas:

-  Calculus Supra Gingival

Merupakan jenis karang pada area gigi di batas atas gusi. Umumnya pada bagian enamel gigi kita, andai anatomis jaringan gusi kita masih relatif sehat. Belum menyusut oleh trauma maupun proses penyembuhan infeksi.
 
- Calculus Sub Gingival

Merupakan jenis karang pada area gigi yang tertutup oleh jaringan gusi (dalam saku gusi).
 
Perbedaan inipun mengait soal perbedaan koloni bakteri dominan yang umumnya akan berkembang. Dari sekitar 350-an jenis bakteri yang biasanya ada dalam rongga mulut kita, untuk calculus supra gingival umumnya lebih banyak berkembang bakteri aerob, yang dalam pertumbuhannya membutuhkan oksigen.

Sementara untuk calculus sub gingival berkembang pula bakteri anaerob yang berkembang dalam kondisi lingkungan tanpa oksigen. Perbedaan ini juga akan berpengaruh terhadap jenis dan derajat kerusakan jaringan yang bisa terjadi karenanya.
 
Kedua jenis karang gigi tersebut sama wajib disingkirkan keberadaannya dari permukaan seluruh gigi kita.
 
Andai karang gigi telah ada, maka tehnik penyikatan gigi rutin sederhana tidak akan mampu menyingkirkannya. Dibutuhkan tindakan dengan alat-bahan khusus oleh dokter gigi. Rutin membersihkan karang gigi per 6 bulan sekali merupakan tindakan tepat yamg seyogyanya dijadwalkan rutin dan ditepati.
 
Nah, terkait rasa linu yang dialami pasca pembersihan karang gigi, penjelasannya adalah sebagai berikut:
 
-  Menipisnya Mahkota Gigi

Andai rasa linu itu terasa di area mahkota gigi ber-enamel, maka rasa linu tersebut dialami karena lapisan enamel yang merupakan pelindung asli sang gigi pada area tersebut telah menipis maupun rusak oleh proses karies, dampak melanjut terkait keberadaan karang gigi di sana.

Terbukanya akses menuju lapisan kedua gigi (dentin) ini dapat memicu symptom rasa linu oleh sensitivitas gigi akibat terhubungnya saluran-saluran mikro tubuli  dentinalis bagian tersebut dengan dunia luar.
    
-  Area Akar Gigi

Andai rasa linu itu bermuasal dari area akar gigi bawah batas mahkota gigi, maka sudah bisa dipastikan bahwa telah berkembang Calculus Sub Gingival di area tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini