"Ini semua agar tidak lagi terulang kasus yang sama. Kami tidak inginlah penerus generasi Indonesia diberikan vaksin palsu oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Nursuhud.
Panja juga diharapkan tidak menggelar rapat secara tertutup karena akan luput dari pengawasan dan akan ada reduksi makna dalam menyelesaikan masalah vaksin palsu.
"Yang jelas, orang-orang yang ada di Panja ini kredibel atau tidak? Jangan sampai sama seperti yang ada di Satgas yang ketuanya justru orang dirjen," tambahnya.
Jika, orang-orang yang berada di Panja Vaksin Palsu banyak yang tidak kredibel, maka sikap untuk merekomendasikan hasil kepada pemerintah tidak akan maksimal.
Baca tanpa iklan