News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Menstruasi Terlalu Dini Dapat Mempercepat Menopause, Bisakah Dicegah? Simak Penjelasan Dokter

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi nyeri menstruasi. Menstruasi Terlalu Dini Dapat Mempercepat Menopause, Bisakah Dicegah? Simak Penjelasan Dokter

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kesehatan reproduksi perempuan perlu diketahui.

Selain dapat menekan risiko gangguan yang tidak diinginkan, perempuan bisa melakukan berbagai persiapan.

Satu di antaranya yang perlu diketahui adalah mentruasi pada perempuan.

Umumnya, menstruasi terjadi pada usia 10-14 tahun. Namun ada satu kasus anak perempuan usia 9 tahun sudah mengalami menstruasi.

Baca juga: 4 Masalah Menstruasi yang Bisa Berbahaya, Tidak Boleh Disepelekan!

Baca juga: Apa itu Menopause? Inilah Tanda Perempuan Alami Menopause dan Penyebab Berhentinya Fase Menstruasi

Lantas apakah menstruasi pada anak usia dini dapat membahayakan?

Menurut dr Noviyanti Sp OG, menstruasi terlalu cepat menjadi salah satu faktor pemicu atau risiko terjadi menopause dini.

"Anak-anak haid yang terlalu cepat bisa mengalami menopause dini. Dari Riwayat keluarga, punya ibunya menopause lebih awal," ungkapnya pada kanal YouTube Sonora FM dikutip Tribunnews, Minggu (5/12/2021).

Namun tidak semua perempuan menghadapi kasus yang serupa. Menopause dini dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup.

Namun memang terlalu cepat haid menjadi pemicu terjadinya menstruasi.

Pada umumnya anak perempuan menstruasi usia 10-13 tahun. Namun pada beberapa perempuan ada yang berusia umur 6-7 tahun.

ilustrasi periode menstruasi ()

Oleh karenanya dr Endah mengatakan orangtua harus memberikan edukasi pada orangtua untuk lebih mengonsumsi banyak sayuran.

Berikut buah-buahan yang bersifat antidoksidan untuk anak-anak. Sehingga dapat haid dalam rentang usia normal.

Selain itu dr Endah pun mengajak orangtua untuk memberikan protein pada putih telur dan daging sapi.

"Nah yang saya kurang paham itu ayam. Bisa dikurangi untuk ayam. Terutama ayam negeri. Lebih banyak ke sayur. Buah-buahan dan ikan," katanya lagi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini