News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Baby Blues dan Depresi Pasca Melahirkan, Ini Gejala dan Perbedaannya

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi baby blues. Ibu yang baru melahirkan mungkin akan merasa sedih dan murung. Kondisi itu disebut baby blues. Kondisi lebih parah disebut depresi pasca persalinan

TRIBUNNEWS.COM - Tidak selalu merasa senang dan bahagia, seorang ibu yang baru melahirkan bisa saja merasa sedih dan murung.

Hal itu normal untuk sementara waktu.

Setelah seorang wanita melahirkan, kadar hormon turun, yang memengaruhi suasana hati.

Bayi yang baru lahir juga mungkin akan terjaga sepanjang waktu, membuat ibu tidak cukup tidur.

Kondisi itu bisa membuat ibu menjadi sensitif.

Seorang ibu mungkin hanya khawatir tentang bagaimana cara merawat bayi untuk pertama kali, dan itu bisa membuat stres.

Baca juga: Apa Arti Baby Blues? Ini Penyebab Ibu Menjadi Sedih atau Muram setelah Melahirkan

Dilansir webmd.com, hampir 80 persen ibu yang baru melahirkan mengalami baby blues, kondisi emosional naik turun karena perubahan yang datang dari lahirnya seorang bayi.

Perasaan sedih atau suram bisa datang ketika umur sang bayi masih 2-3 hari.

Tetapi kondisi akan membaik berselang satu atau dua minggu kemudian.

Tetapi jika perasaan sedih itu dirasakan terus menerus lebih dari dua minggu, kondisi itu bukan lagi baby blues melainkan depresi pasca persalinan atau postpartum depression (PPD).

Depresi pasca persalinan lebih parah dan berlangsung lebih lama dari baby blues.

Sekitar 10 persen ibu yang baru melahirkan dapat mengalaminya.

Lantas bagaimana cara membedakan baby blues adan depresi pasca melahirkan?

Baby Blues

- Mengalami perubahan mood dengan cepat dari senang ke sedih atau sebaliknya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini