Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan teknologi informasi tentu sangat memudahkan sebagian besar aktivitas manusia.
Di antaranya penggunaan laptop, gawai hingga komputer.
Tetapi perlu hati-hati, ternyata alat-alat di atas menimbulkan masalah kesehatan.
Salah satunya adalah gangguan kesehatan mata seperti Computer Vision Syndrome (CVS).
Menurut Dokter spesialis mata konsultan neuro oftalmologi Dr. dr. Antonia Kartika, SpM(K), M.Kes.
CVS adalah sekumpulan gejala pada mata dan leher yang disebabkan oleh penggunaan komputer atau layar monitor yang berlebihan.
Baca juga: Cegah Computer Vision Syndrome saat WFH, Dokter Mata Sarankan Ini
"Itu nggak nyaman rasanya, berhubungan dengan pemakaian atau aktivitas yang memang lama di depan gawai," ungkapnya pada media briefing Kementerian Kesehatan Hari Penglihatan Sedunia 2023 di Jakarta, Selasa (10/10/2023).
Ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan.
Pertama adalah tanda yang tidak berhubungan langsung dengan matanya, seperti sakit leher kepala bahu punggung.
Kedua, kemudian adanya mata kering akibat jarang berkedip.
"Mata kering justru banyak mengeluarkan air karena ada mekanisme efek negatif. Akhirnya saraf memberikan pesan ke otot untuk mengalirkan air mata lebih banyak lagi," jelasnya.
Ketiga, gejala yang berhubungan dengan gangguan dari akomodasi mekanisme.
Akomodasi adalah kemampuan mata untuk merubah kekuatan refraksinya. Akomodasi yang mengalami gangguan bisa seperti pandangan mata buram atau sulit membaca jarak dekat.
Atau sulit untuk memfokuskan pandangan dari jauh ke dekat dengan lebih cepat.
Baca tanpa iklan