News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BAB Berdarah, Itu Gejala Kanker Kolon atau Wasir? Ini Penjelasan Dokter

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HARI KANKER SEDUNIA - Ilustrasi gambar tema Hari Kanker Sedunia 2025 dengan kecerdasan buatan (AI) dibuat Selasa (4/2/2025).

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kanker kolon atau dikenal juga dengan sebutan kanker kolorektal (kanker usus besar) akhir-akhir ini mulai menyerang kalangan muda berusia 20 tahun ke atas.

Karena itu, waspada dan segera deteksi dini jika muncul gejala kanker kolon.

Kanker kolon menjadi salah satu kanker yang bersifat silent killer, lantaran awal kemunculannya seringkali tidak disadari.

“Kanker kolon ini tidak  serta merta muncul melainkan berproses. Sebagian besar berasal dari polip yang kecil dan terus tumbuh mengalami mutasi genetik, hingga akhirnya pertumbuhan tumor tidak terkendali dan menjadi  ganas," ujar Dokter spesialis penyakit dalam dr. Randy Adiwinata, Sp.PD ditulis di Jakarta, Senin (7/4/2025).

Berikut gejala-gejala yang dapat menandai kanker kolon, antara lain:

1.     Perubahan pola dan konsistensi feses

Frekuensi BAB yang menjadi lebih sering atau lebih jarang dari biasanya, serta perubahan bentuk atau tekstur feses tanpa penyebab yang jelas.

2.     BAB (Buang Air Besar) berdarah

Adanya darah segar atau darah yang bercampur dengan feses, yang dapat menjadi tanda perdarahan dalam saluran pencernaan.

Namun kerap kali gejala pendarahan saat BAB kanker kolon mirip dengan wasir.

Perdarahan akibat kanker usus besar biasanya ditandai dengan darah berwarna segar yang bercampur dengan feses, disertai dengan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta perubahan pola dan konsistensi feses.

Sementara itu, pendarahan akibat wasir umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, dengan darah yang tidak bercampur dengan feses, melainkan menetes setelah BAB, dan sering terjadi pada feses yang keras.

Meski mirip, untuk membedakan secara tepat perlu pemeriksaan penunjang yang lebih akurat.

Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini