TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebiasaan membawa ponsel ke toilet saat buang air besar (BAB) kini menjadi hal yang semakin lumrah. Banyak orang menganggapnya sekadar cara mengusir bosan, tanpa menyadari bahwa aktivitas sederhana ini bisa berdampak serius bagi kesehatan. Duduk terlalu lama di toilet sambil bermain handphone ternyata dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien, penyakit yang sering dianggap sepele, tetapi dapat sangat mengganggu kualitas hidup jika sudah parah.
Baca juga: Sering Berdarah Saat BAB? Dokter Beberkan Fakta Wasir yang Banyak Tak Disadari
Dokter Spesialis Bedah Umum RS Pondok Indah – Puri Indah, dr Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, menjelaskan bahwa duduk lama di toilet, terutama saat perhatian teralihkan oleh layar ponsel membuat tekanan di area anus dan rektum meningkat secara signifikan.
“Nah biasanya, kenapa sih? Ini yang suka main handphone pada saat BAB, hati-hati. Yang biasanya cuma 5 menit, jadi setengah jam. Kenapa? Karena tekanannya jadi meningkat di dalam anus karena dia duduk lama,” ujar dr. Franky dalam media briefing virtual, Senin (12/1/2026).
Tekanan yang terjadi dalam waktu lama inilah yang memicu pelebaran pembuluh darah di sekitar anus, kondisi yang dikenal sebagai wasir atau ambeien.
Secara anatomi, posisi duduk di toilet membuat rektum membentuk sudut tertentu yang justru menghambat proses pengeluaran feses secara alami. Akibatnya, seseorang cenderung mengejan lebih kuat dan lebih lama.
Menurut dr. Franky, kondisi ini berbeda dengan posisi jongkok yang secara fisiologis lebih ideal bagi tubuh.
“Kalau kita bicara BAB zaman dulu, itu masih jongkok. Secara posisi anatomi, yang paling baik adalah jongkok. Karena pada saat dia jongkok, rektum tidak berlipat sehingga bisa keluar,” jelasnya.
Sebaliknya, posisi duduk membuat proses BAB cenderung lebih lama. Ketika ditambah dengan kebiasaan bermain handphone, seseorang sering kali tidak sadar bahwa waktu di toilet sudah terlampau panjang.
Meski posisi jongkok dinilai lebih baik, dr. Franky mengingatkan bahwa durasi tetap menjadi faktor utama. Jongkok atau duduk terlalu lama sama-sama berisiko jika dilakukan tanpa kebutuhan.
Masalah muncul ketika seseorang berlama-lama di toilet bukan karena dorongan BAB, melainkan karena asyik bermain handphone.
Baca juga: Terminal 2 Bandara Haneda Krisis Toilet: 70 Persen Tidak Bisa Digunakan
“BAB itu kalau sudah pengen BAB, bukan nungguin BAB di kamar mandi sambil megang handphone. Kadang-kadang orang sudah selesai BAB, belum selesai main handphone,” kata dr. Franky.
Kebiasaan ini membuat waktu di toilet menjadi jauh lebih lama dari yang seharusnya, sehingga tekanan pada pembuluh darah di anus terus berlangsung.
Selain duduk terlalu lama, risiko wasir juga diperparah oleh kebiasaan mengejan akibat feses yang keras. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan pola makan rendah serat dan kurangnya asupan cairan.
Baca tanpa iklan