Misalnya, Osteosarcoma: kanker tulang yang sering menyerang remaja, Ewing’s Sarcoma dan Rhabdomyosarcoma: kanker tulang dan jaringan lunak pada anak dan remaja.
Bahkan STS juga bisa muncul pada usia muda, dengan sekitar 10–15 persen kasus bersifat genetik.
Adapun pengobatan sarkoma bisa dilakukan dengan beberapa cara.
1. Operasi: untuk mengangkat tumor secara menyeluruh;
2. Kemoterapi: terutama efektif untuk osteosarcoma, Ewing’s dan rhabdomyosarcoma
3. Radioterapi: untuk mengecilkan tumor sebelum atau setelah operasi
4. Terapi Target: seperti imatinib untuk GIST, yang dapat memperpanjang usia harapan hidup pasien hingga lebih dari 5 tahun
5. Imunoterapi: sedang dikembangkan dan menunjukkan hasil menjanjikan pada subtipe tertentu.
Pengobatan disesuaikan dengan lokasi tumor, stadium penyakit, dan usia pasien. Bahkan pada stadium lanjut, pengangkatan metastasis di paru-paru dapat memberi peluang sembuh pada sebagian pasien.
“Sarkoma memang langka tapi bisa disembuhkan. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan oleh tim multidisipliner, peluang hidup pasien bisa jauh lebih baik,” ujar Dr Richard Quek.
Kesadaran Harus Ditingkatkan
Mengingat sifatnya yang bisa muncul di usia muda dan cenderung agresif, kesadaran terhadap sarkoma perlu ditingkatkan.
Ia mengingatkan, agat tidak abai saat ada benjolan yang terus membesar, nyeri tulang yang tak kunjung sembuh, atau gejala tak biasa lainnya, terutama pada anak dan remaja.
“Dengan kemajuan terapi sistemik dan teknologi diagnostik, makin banyak pasien sarkoma yang kini punya harapa hidup jauh lebih baik,” tuturnya.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan