5. Gangguan hormon
Penyebab kerontokan terbanyak adalah androgenetic alopecia.
Androgenetic alopecia adalah kerontokan rambut genetik yang umum pada pria dan wanita, disebabkan oleh respons berlebihan terhadap hormon androgen.
Kerontokan rambut ini ditandai dengan ciri khas rontok rambut bagian depan atau rambut di bagian ubun-ubunnya.
Sementara pada wanita, dikenal sebagai kerontokan tersebar pada bagian puncak kepala dan disertai penipisan rambut.
Kapan Harus ke Dokter?
Dr. Agnes mengingatkan, jika kerontokan rambut sudah berlebihan dan terus berlanjut, sebaiknya tidak hanya mengandalkan perawatan di salon atau produk perawatan biasa.
“Lebih baik langsung konsultasi ke dokter agar bisa diketahui penyebab pastinya dan diberikan pengobatan yang sesuai,” ujarnya.
Perawatan Medis yang Bisa Dilakukan
1. Perawatan dengan teknologi ISC (Ideal Size Chitosan).
Arche merupakan salah satu pilihan perawatan medis untuk membantu regenerasi kulit kepala, memperkuat akar rambut, serta merangsang pertumbuhan rambut baru.
Menurut dermatolog asal Korea Prof. Byung Cheol Park, teknologi ini telah disetujui FDA dan cocok untuk pasien hair transplant maupun kerontokan aktif.
Sejalan dengan itu, dr. Agnes mengatakan, perawatan medis ini bersifat fleksibel karena bisa digunakan sebagai perawatan tunggal maupun didukung dengan treatment ataupun perangkat medis lain seperti CODE-X.
"Bahan aktif akan terserap lebih presisi, merata, dan efektif hingga ke akar rambut sehingga menstimulasi pertumbuhan rambut lebih optimal," ujar dr. Agnes.
2. Obat Oles (Topikal)
Salah satu obat paling umum untuk rambut rontok adalah minoxidil, yang tersedia dalam bentuk sampo yang dioleskan langsung ke kulit kepala dan bekerja dengan merangsang pertumbuhan rambut di area yang mulai menipis atau botak.
3. Obat Minum
Terdapat dua jenis obat minum yang sering digunakan Finasteride untuk pria maupun Spironolactone Untuk wanita. Keduanya bekerja dengan menghambat hormon penyebab kerontokan.
4. Transplantasi Rambut:
Cocok untuk kasus kebotakan permanen. Hasil terlihat dalam beberapa bulan setelah prosedur.
(Tribunnews.com/ Rina Ayu)
Baca tanpa iklan