Project Director ACTIVE 2.0, Paul Lee, berharap bisa membantu lebih banyak rumah sakit di Asia Tenggara dalam pengembangan teknologi radioterapi di Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai rumah sakit.
Sejumlah pakar medis internasional seperti ahli onkologi radiasi dari Jepang dan Eropa akan memberikan pendampingan di bawah koordinasi mitra global.
Jadwal pelatihan dengan rumah sakit di Indonesia akan disusun bersama institusi medis sehingga tenaga profesional lokal dapat mempelajari praktik terbaik internasional dalam perawatan kanker serviks..
Program ini didukung oleh Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG), Elekta, The Federation of Asian Organizations for Radiation Oncology (FARO) difasilitasi oleh Asia Society for Social Improvement and Sustainable Transformation (ASSIST).
(Tribunnews.com, Rina Ayu)
Baca tanpa iklan