News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Asma Bukan Penyakit Menular, Dokter: Faktor Genetik dan Polusi Jadi Pemicu Utama

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI MENGENAKAN MASKER - Potret menggunakan masker saat belajar di sekolahnya, Selasa (18/2/2014). Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dokter Alfian Nur Rosyid mengatakan asma bukan penyakit menular.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dokter Alfian Nur Rosyid mengatakan asma bukan penyakit menular.

Menurutnya, penyakit paru-paru ini lebih banyak disebabkan faktor genetik dan lingkungan.

“Asma itu bukan penyakit menular. Asma itu penyakit turunan. Jadi terkait dengan genetik. Seorang yang punya asma itu biasanya turunan dari orang tuanya,” kata dokter Alfian dalam konferensi pers virtual, Sabtu (27/9/2025). 

Asma masuk dalam kelompok penyakit pernapasan kronis yang disebabkan oleh respons berlebihan saluran napas terhadap rangsangan tertentu. 

Faktor keturunan memegang peran penting.

Baca juga: Lagi Batuk Pilek, Bagaimana Cara Membedakan Itu Sakit Covid-19, Flu, RSV, Alergi dan Asma?

Jika orang tua memiliki riwayat asma atau kondisi alergi lain, kemungkinan besar anak akan mewarisinya.

Riwayat alergi yang sering muncul sebagai “saudara kandung” asma antara lain rinitis alergi (bersin berulang pada pagi hari), urtikaria (bentol dan gatal pada kulit), hingga batuk kronis atau sesak napas. 

Baca juga: Cegah Serangan Akut, Ini Terapi yang Dianjurkan untuk Pasien Asma

Pola ini dikenal sebagai atopi, yaitu kecenderungan genetik seseorang untuk lebih sensitif terhadap faktor pemicu alergi.

Pemicu Sehari-hari yang Sering Terabaikan

Asma bisa muncul kapan saja ketika penderita terpapar pemicu tertentu. 

Debu rumah, udara dingin, makanan tertentu, serbuk sari (pollen), hingga bau menyengat seperti parfum dapat memicu serangan.

Bukan hanya faktor fisik, kondisi emosional juga dapat memperburuk asma. 

“Termasuk kondisi stres, kritis, polusi, asap rokok itu bisa menjadikan saluran nafas seorang asma itu menyempit dan orang tersebut akan mengalami gejala,” kata dr Alfian.

Polusi udara di kota besar, asap kendaraan, hingga paparan rokok di rumah menjadi tantangan serius bagi penderita asma. 

Tanpa pengendalian lingkungan, obat saja tidak cukup menjaga kualitas hidup mereka.

Infeksi Bisa Memperberat Serangan

Walaupun bukan penyakit menular, infeksi tetap bisa memicu serangan asma. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini