News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Deteksi Dini Kanker Payudara Bisa di Rumah, Ini Cara Lengkapnya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SADARI (Periksa Payudara Sendiri).Ada kabar baik, deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dari rumah sendiri. Caranya cukup muah. Baca artikel ini.

 


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kanker payudara masih menjadi momok bagi perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. 

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) menunjukkan, kanker payudara menempati posisi pertama sebagai kanker paling banyak menyerang perempuan Indonesia dan menjadi penyebab kematian tertinggi.

Baca juga: Awas Pria Konsumsi Obat Steroid Demi Bentuk Otot, Berisiko Alami Kanker Payudara

Namun, di balik angka yang mengkhawatirkan itu, ada kabar baik, deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dari rumah sendiri.

Metode sederhana ini dikenal dengan istilah SADARI, singkatan dari Periksa Payudara Sendiri. 

Pemeriksaan ini bisa dilakukan tanpa alat medis, hanya dengan kesadaran dan perhatian terhadap tubuh sendiri.

Deteksi Dini Tak Harus ke Rumah Sakit

Menurut dr. Feyona Heliani Subrata, Sp.B, Spesialis Bedah Umum dari Eka Hospital Depok, perempuan sebenarnya tidak perlu menunggu gejala berat untuk memeriksa kondisi payudaranya. 

Pemeriksaan mandiri bisa menjadi langkah awal yang menyelamatkan.

Baca juga: Cegah Kanker Payudara dengan SADARI dan USG Gratis, Perempuan Diajak Peduli Sejak Dini

“Nah ini yang bisa kita lakukan di rumah sendiri gimana caranya deteksi dini diri sendiri enggak harus ke dokter,” ujar dr. Feyona pada diskusi media di Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025). 

SADARI menjadi penting karena kanker payudara sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. 

Gejala baru terasa ketika sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, peluang sembuh bisa mencapai 90 persen bila terdeteksi dini.


Waktu Terbaik Melakukan SADARI

Salah satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah melakukan SADARI pada waktu yang kurang tepat. 

Menurut dr. Feyona, pemeriksaan sebaiknya dilakukan 7–10 hari setelah menstruasi berakhir.

“Kenapa harus dilakukannya 7–10 hari setelah height? Karena pada saat itu kelenjar payudara itu lagi bengkak-bengkaknya jadi kadang-kadang rancu. Ini benjolan yang normal, kelenjar susu normal atau tumor yang memang tumor,” jelasnya.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini