News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wabah Hantavirus

WHO Buka Suara soal Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Bahayakah?

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - World Health Organization atau WHO akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait klaster virus hanta yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius.

Kasus tersebut menjadi perhatian internasional setelah delapan orang dilaporkan terinfeksi dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Meski demikian, WHO menilai risiko penyebaran virus ke masyarakat luas masih tergolong rendah dan belum menunjukkan ancaman seperti pandemi global.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut insiden tersebut memang serius, namun situasi masih terkendali.

“Meskipun ini adalah insiden serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakatnya rendah,” ujar Tedros dalam konferensi pers, Rabu (7/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik dunia terhadap potensi wabah baru setelah pandemi Covid-19.

Virus Andes Jadi Perhatian

WHO menjelaskan virus yang ditemukan dalam kasus di kapal pesiar tersebut merupakan virus Andes, salah satu jenis virus hanta.

Virus Andes menjadi perhatian karena merupakan satu-satunya spesies virus hanta yang diketahui dapat menular secara terbatas antar manusia.

Namun, penularannya disebut membutuhkan kontak dekat dan berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Virus hanta yang terlibat adalah virus Andes, satu-satunya spesies yang diketahui mampu menular secara terbatas antar manusia, terkait dengan kontak dekat dan berkepanjangan,” tulis WHO.

WHO menegaskan virus ini tidak menyebar secepat Covid-19 atau influenza yang dapat menular melalui interaksi singkat.

Hingga saat ini, kasus disebut masih terbatas dan terus dipantau otoritas kesehatan internasional.

Baca juga: Eks Pelatih Southampton Ceritakan Pengalaman Terinfeksi Hantavirus: Rasanya Seperti Ditusuk Pisau

WHO Kirim Ribuan Alat Tes

WHO menyatakan telah mengambil sejumlah langkah sejak menerima laporan awal pada 2 Mei 2026.

Salah satunya dengan menempatkan tenaga ahli kesehatan di atas kapal untuk memeriksa kondisi penumpang dan awak kapal.

“Prioritas kami adalah memastikan pasien yang terdampak menerima perawatan, penumpang yang tersisa di kapal tetap aman dan diperlakukan dengan bermartabat, serta mencegah penyebaran virus lebih lanjut,” kata Tedros.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini