Ada beberapa tipe perdarahan otak, antara lain:
- Intraserebral hemorrhage (ICH) — darah berada di dalam jaringan otak
- Subarachnoid hemorrhage — darah mengisi sela-sela otak, sering karena aneurisma (pelebaran pembuluh darah)
- Subdural — darah di selaput otak, sering tidak disadari
Menurut dr. Bambang, jenis subarachnoid meski lebih jarang, justru sangat berbahaya.
“Subarachnoid sebenarnya lebih sedikit, tapi subarachnoid ini lebih mematikan, karena dia komplikasi dari penyakitnya banyak, panjang," imbuhnya.
Penanganan stroke hemoragik sangat berbeda dengan stroke iskemik dan tidak menggunakan obat pengencer darah.
Prosedur dapat mencakup operasi atau tindakan untuk menghentikan perdarahan dan mengontrol tekanan di otak.
Kunci Utama: Datang ke Rumah Sakit Secepat Mungkin
Apapun jenisnya, penanganan stroke tergantung pada kecepatan pasien tiba di fasilitas kesehatan.
Semakin cepat datang, semakin besar peluang pulih tanpa cacat permanen.
Gunakan metode FAST untuk mengenali tanda stroke:
- Face: wajah mencong
- Arm: tangan lemas
- Speech: bicara pelo
- Time: segera ke IGD!
Ingat, Stroke Bisa Menyerang Siapa Saja
Bukan hanya lansia, stroke kini banyak terjadi pada usia produktif akibat pola hidup, stres, hipertensi, dan diabetes yang tidak terkontrol.
Penting untuk:
- Rutin cek tekanan darah
- Kontrol gula darah dan kolesterol
- Hindari merokok
- Kelola stres
- Cukup tidur dan olahraga
Memahami perbedaan stroke iskemik dan hemoragik bukan hanya penting bagi tenaga medis, tetapi juga untuk masyarakat umum.
Dengan mengenali gejala dan bertindak cepat, nyawa bisa terselamatkan dan risiko kecacatan dapat ditekan.
Jika seseorang di sekitar Anda tiba-tiba mengalami gejala stroke, jangan tunggu. Segera antar ke IGD rumah sakit terdekat.
(Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan