Hasil ini menunjukkan bahwa PKMK adalah intervensi yang efektif dan hemat biaya.
Temuan tersebut membuka peluang agar PKMK dapat dimasukkan dalam manfaat BPJS Kesehatan untuk mempercepat penurunan stunting dan mengurangi beban klaim jangka panjang.
Nutricia Sarihusada turut menegaskan komitmennya dalam menyediakan solusi nutrisi medis berbasis penelitian. Penerimaan studi ini di ISPOR 2025 berpeluang menjadi tonggak penting, bahwa PKMK memiliki nilai klinis dan ekonomi yang kuat bagi kesehatan anak Indonesia.
“Temuan ini menegaskan bahwa intervensi nutrisi PKMK tidak hanya berperan dalam penanganan stunting dan infeksi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional di masa depan,” kata Muh. Akbar Bahar.
Baca tanpa iklan