News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dokter Ungkap Bahaya Mikroplastik, Bisa Picu Batuk Kronis hingga Kanker Paru

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HUJAN MIKROPLASTIK - Pengendara roda dua melintas saat hujan di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (3/11/2025). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan setelah hujan karena air langit itu, menurut temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional, mengandung mikroplastik.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mikroplastik kini tidak hanya menjadi ancaman di laut dan rantai makanan, tetapi juga telah terdeteksi di udara dan air hujan.

Beberapa waktu lalu, Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan partikel plastik berukuran sangat kecil telah terbawa angin dan turun bersama air hujan di wilayah Jakarta.

Ini menandakan paparan mikroplastik semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dokter Spesialis Paru RS Hermina Solo, dr Thifla Farhani SpP, menjelaskan bahwa mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran mikroskopis yang berpotensi masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan.

“Mikroplastik itu merupakan partikel plastik yang sangat kecil jadi ukurannya itu kurang dari 5 mikrometer,” kata dr Thifla pada live streaming Healthy Talk di Tribun Health, Minggu (14/12/2025).

Baca juga: Wali Kota Semarang Tegaskan Penguatan Program Lingkungan untuk Atasi Mikroplastik

Ukuran mikroplastik yang sangat kecil membuatnya tidak kasatmata. 

Partikel ini terbentuk dari proses degradasi sampah plastik yang terjadi dalam waktu lama, baik di darat maupun di laut.

Dalam perkembangannya, mikroplastik dapat terangkat ke atmosfer melalui proses penguapan, kemudian kembali turun ke permukaan bumi bersama hujan. 

Baca juga: Mikroplastik di Air Hujan Bisa Menempel di Kulit, Ini Dampak Jangka Panjang

Fenomena ini membuat paparan mikroplastik tidak lagi terbatas pada wilayah pesisir atau laut, melainkan juga daerah perkotaan.

Di Indonesia, beberapa wilayah dengan aktivitas manusia tinggi dilaporkan memiliki paparan mikroplastik cukup signifikan, termasuk Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Bisa Picu Peradangan Paru

Dr Thifla menegaskan, ukuran mikroplastik yang sangat kecil memungkinkan partikel ini terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. 

Jika paparan terjadi berulang, tubuh akan meresponsnya sebagai benda asing.

“Setiap partikel yang kecil ini jika terjadi paparan berulang itu akan menyebabkan terjadi proses peradangan,” ujarnya.

Respons awal tubuh umumnya berupa batuk. 

Batuk merupakan mekanisme pertahanan untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini