News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Pasca Banjir Bandang dan Longsor, Warga Aceh Alami Cemas Setiap Hujan Turun

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRAUMA HUJAN - Pasca banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, layanan kesehatan jiwa diperkuat untuk jangkau langsung lokasi pengungsian warga terdampak. Warga merasakan ketakutan dan trauma mendalam pada hujan.

 

 

TRIBUNNEWS.COM,ACEH  -- Pasca banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah di Aceh, warga alami trauma saat hujan turun.

Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Bener Meriah, dr. Insan Sarami Artanoga dalam keterangannya di laman Kemenkes ditulis di Jakarta, Minggu (21/12/2025).

Baca juga: Tim Kemanusiaan Korlantas Polri Beri Trauma Healing untuk Kelompok Anak di Aceh Tamiang

Ia mengatakan, korban bencana ini banyak yang mengalami cedera psikologis, terutama rasa takut dan cemas.

Karena itu pihaknya berinisiatif membentuk mobile clinic untuk menjangkau langsung posko-posko pengungsian.

Menurut dr Ihsan, ketakutan terhadap hujan menjadi keluhan yang sering disampaikan warga karena bencana terjadi pada akhirNovember ini akibat curah hujan yang tinggi.

“Hampir seluruh penyintas yang kami temui mengaku takut saat hujan turun. Melalui pendampingan ini, kami berharap kecemasan tersebut tidak berkembang menjadi trauma jangka panjang,” tambahnya.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia Sabtu, 20 Desember 2025

Program Mobile Clinic beroperasi pada 1 Desember 2025, Mobile Clinic didukung tenaga medis lintas disiplin untuj fokus pendampingan pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat terdampak.

Anak-anak mendapatkan terapi bermain seperti mewarnai, bermain bola, dan permainan sederhana lainnya, sementara orang dewasa didampingi melalui psikoterapi suportif dan teknik relaksasi untuk menurunkan tingkat kecemasan.

Kondisi psikologis warga ini makin mengkhawatirkan oleh prediksi cuaca BMKG yang menyebut potensi hujan lebat masih tinggi.

Dikutip dari Wartakota, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatra masih tinggi karena kondisi atmosfer yang belum stabil.

Sejumlah faktor, termasuk bibit siklon tropis yang masih dipantau, berpotensi meningkatkan curah hujan dan mempertahankan kondisi lingkungan yang basah.

Situasi ini berdampak pada wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Masyarakat perlu tetap waspada, terutama terhadap risiko keselamatan seperti bahaya listrik dalam aktivitas sehari-hari pascabencana.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini