News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

8 Fakta Super Flu Menurut Dokter Anak

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SUPER FLU - Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A. (K) menyatakan anak-anak lebih rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuh anak belum sempurna.

Ringkasan Berita:

  • Kemenkes RI mencatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K atau “super flu” di Indonesia, mayoritas dialami anak-anak. 
  • Pakar IDAI menjelaskan ini bukan virus baru dan gejalanya mirip influenza biasa, meski bisa berat pada anak dan lansia berkomorbid. 
  • Pencegahan meliputi vaksinasi tahunan dan pola hidup sehat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mencatat ada 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia atau yang dikenal masyarakat sebagai super flu.

Dari kasus yang ada, mayoritas dialami oleh anak-anak.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Cissi Rahyana Sujana Prawirakarta Sasmita memberikan fakta-fakta terkait super flu ini.

1. Bukan virus baru

Ia menyebut, penyakit ini bukan virus baru sehingga nama medisnya tetap influenza A (H3N2) subclade K. 

"Jadi di sini bukan virus baru karena H3N2 itu sudah lama bersirkulasi di dunia ini," kata dia dalam talkshow on Focus, Tribunnews.com, Selasa (6/1/2025).

Baca juga: Super Flu Akankah Jadi Pandemi Baru? Begini Kata Epidemiolog

2. Super flu bukan istilah medis

Istilah super flu meledak dengan latar belakang penyakit ini menyebar cepat di sejumlah negara-negara dunia sehingga menimbulkan kepanikan dan perhatian.

Sementara, kenaikan kasus inflluenza secara global dibarengi dengan datangnya musim dingin di negara 4 musim.

"Karena laporan-laporan dari beberapa negara sehingga menimbulkan kepanikan disebutlah super flu. Padahal enggak super banget ini. Sebetulnya sama aja dengan influenza H3N2," jelas dia.

3. Gejalanya sama dengan influenza biasa

Gejala super flu meliputi demam di atas 38 derajat Celsius, nyeri otot dan badan, pilek, batuk, hidung tersumbat, serta lemas. 

Pada anak-anak, bisa disertai muntah dan diare.

4. Mayoritas Dialami Anak-anak

Prof Cissy menerangkan, kondisi ini dikarenakan imun anak-anak belum terbentuk optimal sehingga mudah terserang virus dan bakteri.

"Karena memang faktor imunitas tentunya ya. Anak-anak itu memang harus dijaga betul-betul dari penyakit infeksi itu," jelas dia.

5. Lansia dan Anak dengan Komorbid Bisa Alami Gejala Berat

Gejala super flu bisa menjadi berat pada anak dan lansia yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti asma, penyakit jantung, diabetes, atau penyakit kronis lainnya.

6. Tidak Lebih Berbahaya dari Covid-19

Prof Cissy menerangkan, semua penyakit infeksi apalagi yang ditularkan dengan mudah melalui droplet atau air liur.

Super flu seperti flu biasa tidak seberat apalagi Covid-19 yang pada tahun 2021-2022 yang mengalami mutasi hebat itu.

"Super flu ini tidak seberat itu. Hanya tetap super flu ini bisa menjadi berat. Kalau daya tahan anaknya itu tidak baik kemudian terlambat untuk memberikan pengobatannya. Kemudian juga ada penyakit penyertanya," tutur dia.

7. Vaksinasi Influenza untuk Pencegahan

Vaksinasi influenza bisa diberikan satu tahun sekali guna pencegahan mulai usia 6 bulan sampai dewasa hingga sampai lansia. 

Vaksinasi primer pada usia 6 bulan sampai usia dilakuka 2 kali suntikan dengan selang 1 bulan ya.

Kemudian jika sudah berumur 9 tahun keatas maka diberikan 1 kali setahun.

8. Sebagian Kasus Bisa Sembuh Sendiri

Seiring daya tahan tubuh membaik, super flu umumnya dapat sembuh sendiri dengan istirahat cukup, minum banyak, dan menjaga asupan gizi. 

Dengan demikian, masyarakat diimbau tidak panik namun tetap waspada.

Masyarakat perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan, dan melakukan vaksinasi influenza secara rutin, terutama pada anak-anak dan kelompok berisiko.

Virus Super Flu Tersebar di 8 Provinsi

Terpisah, Kemenkes menegaskan, situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Kemenkes mencatat, kasus subclade K mulai terdeteksi pada Agustus 2025.

Tersebar di 8 provinsi dengan provinsi terbanyak: Jawa Timur. 

Kasus paling awal ada di Jawa Tengah,.

Ada total 62 kasus subclade K di Indonesia yang terdeteksi mulai Agustus - Desember 2025.

Berikut sebaran subclade K di Indonesia:

1. Jawa Timur 23 kasus
2. Kalimantan Selatan 18 kasus
3. Jawa Barat 10 kasus
4. Sumatera Selatan 5 kasus
5. Sumatera Utara 3 kasus
6. Jawa Tengah 1 kasus
7. D.I.Yogyakarta 1 kasus
8. Sulawesi Utara 1 kasus

Mayoritas kasus dialami oleh perempuan atau 64,5 persen atau 40 kasus.

Kasus super flu ini banyak dialami kelompok usia 1-10 tahun (35,5 persen), 21 - 30 tahun (21,0 persen), 11 - 20 tahun (19,4 persen), diatas 60 tahun (8,1 persen).

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini