Kapasitas antioksidannya berada di kisaran 100–134 milimol per 100 gram, lebih tinggi dibanding pala.
Rasanya yang menyerupai perpaduan kayu manis, cengkeh, dan pala membuat allspice sering digunakan dalam kue, minuman hangat, hingga masakan berbumbu kuat.
3. Daun Mint, Segar dan Tinggi Antioksidan
Daun mint dikenal dengan sensasi segar dan dingin di mulut. Namun di balik itu, daun dari tanaman Mentha ini memiliki kapasitas antioksidan sekitar 60–116 milimol per 100 gram.
Mint kerap ditambahkan ke salad, yogurt, smoothie, hingga teh herbal.
Selain menyegarkan napas, kandungan antioksidannya turut mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Oregano, Rempah Mediterania yang Kaya Manfaat
Oregano bukan hanya populer dalam masakan Italia seperti pizza dan pasta, tetapi juga dikenal kaya antioksidan.
Kapasitas antioksidannya berada di kisaran 63–84 milimol per 100 gram.
Rasanya yang kuat dan sedikit pahit membuat oregano sering digunakan dalam sup, saus, semur, hingga diseduh sebagai teh herbal.
4. Kayu Manis, Hangat dan Menyehatkan
Kayu manis berasal dari kulit bagian dalam pohon tertentu dan memiliki kapasitas antioksidan sekitar 77 milimol per 100 gram.
Rempah ini umum digunakan dalam makanan panggang, oatmeal, yogurt, minuman hangat, hingga sup.
Rasa manis dan hangatnya membuat kayu manis mudah dipadukan dalam berbagai menu harian.
5. Antioksidan Tak Hanya Soal Angka
Meski kapasitas antioksidan sering diukur dalam angka laboratorium, penyerapan senyawa ini dalam tubuh dipengaruhi banyak faktor.
Cara memasak, kombinasi makanan, hingga kondisi kesehatan pencernaan ikut menentukan seberapa optimal antioksidan dapat dimanfaatkan tubuh.
Namun, menambahkan berbagai jenis rempah ke dalam masakan tetap dinilai sebagai langkah sederhana untuk meningkatkan asupan antioksidan secara keseluruhan.
Baca tanpa iklan