News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bukan Faktor Genetik, Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama Kanker Usia Muda

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DITEKSI DINI -  Kanker payudara masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, terutama bagi kaum perempuan.  Data terbaru dari Globocan 2022 mencatat kanker payudara sebagai jenis kanker terbanyak di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 66.271 dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dan deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan (IST)

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira kanker di usia muda terutama disebabkan oleh faktor keturunan. Namun pandangan lain disampaikan oleh dokter sekaligus epidemiolog Dicky Budiman.

Menurutnya, dalam skala populasi, faktor genetik hanya menjelaskan sebagian kecil kasus kanker usia muda.

Sementara gaya hidup dan lingkungan modern justru menjadi kontributor paling dominan.

“Jadi secara epidemiologi faktor gaya hidup dan lingkungan modern adalah kontributor utama,” ujar Dicky pada keterangannya, Rabu (14/1/2026). 

Obesitas Remaja hingga Kurang Tidur Jadi Rantai Risiko

Dicky menjelaskan bahwa pola hidup generasi muda saat ini membentuk rantai risiko yang panjang. 

Obesitas sejak remaja, konsumsi makanan ultra-proses tinggi gula dan lemak, rendah serat, serta minim aktivitas fisik menjadi fondasi utama.

Gaya hidup sedentari, kebiasaan begadang, kurang tidur, hingga penggunaan gawai berlebihan ikut memperparah kondisi dengan mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Faktor-faktor ini bekerja melalui mekanisme biologis seperti inflamasi kronik, resistensi insulin, stres oksidatif, hingga perubahan mikrobiota usus, semua dikenal sebagai jalur awal terjadinya kanker.

Rokok, Vape, dan Paparan Lingkungan Sejak Dini

Tak hanya gaya hidup personal, faktor lingkungan juga memainkan peran besar. Paparan rokok, vape, dan alkohol sejak usia dini semakin umum ditemukan pada generasi muda.

Selain itu, polusi udara, pestisida, bahan kimia disruptor endokrin, hingga mikroplastik menjadi paparan harian yang sering kali tidak disadari.

Paparan tersebut kerap dimulai sejak masa kanak-kanak, bahkan pada lingkungan kerja informal dan kawasan urban padat.

Dampak Jangka Panjang: Bonus Demografi Terancam

Dicky mengingatkan bahwa lonjakan kanker usia muda akan berdampak luas, bukan hanya pada kesehatan individu, tetapi juga sistem sosial dan ekonomi.

“Peningkatan beban kanker kronis jangka panjang ini akan meningkatkan beban pembiayaan,” jelasnya.

Pasien kanker usia muda memiliki harapan hidup yang lebih panjang, sehingga biaya pengobatan berlangsung bertahun-tahun. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini