News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gaya Hidup hingga Tingginya Kasus Virus Hepatitis Picu Peningkatan Kanker Hati

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KANKER HATI - (Ki-Ka) Konsultan Gastroentero-Hepatologi dari Medistra Hospital, Dr. C. Rinaldi A. Lesmana, PhD, Sp.PD, KGEH, FACP, FACG, FINASIM, dr. Maria Mayasari, Sp.B-KBD, spesialis bedah konsultan bedah digestif dari Medistra Hospital dan Dr. Tan Ek Khoon, General Surgeon dengan spesialisasi Hepato-Pancreato-Biliary (HPB) dan Transplantasi Hati dari Gleneagles Hospital Singapore saat acara Round Table Discussion (RTD) sekaligus Signing Ceremony kerja sama strategis bersama IHH Healthcare Singapore di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Ringkasan Berita:

  • Penyakit hati di Indonesia kian kompleks akibat perubahan gaya hidup, penyakit metabolik, dan tingginya hepatitis virus, sehingga banyak kasus terdeteksi pada stadium lanjut.
  • Pakar menekankan pentingnya edukasi, skrining dini, dan pendekatan multidisiplin untuk memperbaiki luaran klinis pasien.
  • Perkembangan transplantasi hati donor hidup dan inovasi bedah memberi harapan baru bagi penderita gagal hati terminal.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit hati di Indonesia menunjukkan tren yang semakin kompleks seiring perubahan gaya hidup, meningkatnya prevalensi penyakit metabolik, serta masih tingginya kasus hepatitis virus. 

Kondisi ini berdampak pada meningkatnya jumlah penderita sirosis hingga kanker hati yang kerap terdeteksi pada stadium lanjut.

Hal tersebut disampaikan oleh spesialis penyakit dalam dan konsultan Gastroentero-Hepatologi dari Medistra Hospital, Dr. C. Rinaldi A. Lesmana, PhD, Sp.PD, KGEH, FACP, FACG, FINASIM, dalam acara Round Table Discussion (RTD) di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

“Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati. Deteksi dini dan tata laksana yang komprehensif menjadi kunci utama untuk memperbaiki luaran klinis dan kualitas hidup pasien,” ujar Rinaldi.

Ia menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam penanganan penyakit hati, mulai dari edukasi masyarakat, skrining dini, hingga penerapan terapi sesuai standar medis.

Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hati masih menjadi tantangan besar, mengingat banyak pasien baru datang berobat saat kondisi sudah berat.

Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Tan Ek Khoon, General Surgeon dengan spesialisasi Hepato-Pancreato-Biliary (HPB) dan Transplantasi Hati dari Gleneagles Hospital Singapore.

Dalam paparannya yang berjudul Living Donor Liver Transplantation: Current Practice and Future Directions, ia mengulas perkembangan terkini serta arah masa depan transplantasi hati dari donor hidup.

Baca juga: Jaga Berat Badan Ideal Tak Sekadar Penampilan, Tapi Bisa Cegah Risiko Kanker Hati

Dr. Tan menjelaskan bahwa transplantasi hati dari donor hidup kini menjadi salah satu solusi penting bagi pasien dengan penyakit hati stadium lanjut, terutama di negara dengan keterbatasan donor jenazah.

Ia juga memaparkan kemajuan teknik bedah, peningkatan aspek keselamatan bagi donor dan resipien, serta hasil klinis yang semakin baik seiring berkembangnya teknologi medis dan pemahaman terhadap fisiologi hati.

“Transplantasi hati dari donor hidup telah berkembang pesat dan memberikan harapan baru bagi pasien dengan gagal hati terminal. Dengan seleksi yang ketat dan dukungan tim medis berpengalaman, prosedur ini dapat memberikan hasil yang sangat baik,” jelas Tan.

Sesi ketiga dibawakan oleh dr. Maria Mayasari, Sp.B-KBD, spesialis bedah konsultan bedah digestif dari Medistra Hospital, membawakan tema 'The intriguing Evolution of Liver Surgery'.

Dengan keahlian di bidang bedah digestif, dr. Maria menggarisbawahi peran inovasi dan kolaborasi lintas disiplin dalam meningkatkan luaran klinis pasien.

“Dengan kemajuan teknologi dan teknik bedah, tindakan operasi hati kini dapat dilakukan dengan lebih aman dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.”, katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini