"Biasanya pasien nggak sadar kalau dia menderita osteoporosis sampai kalau dia sudah patah tulang. Kalau sudah patah tulang, kualitas hidup itu akan turun signifikan," kata Rosy.
Ketua Panitia Pelatihan FKRTL, Dr. Wenny Wirdatul Hasanah, SpKFR, menambahkan bahwa PEROSI telah menyusun modul penatalaksanaan osteoporosis yang disepakati lintas spesialisasi.
"Kita buat suatu modul yang memang kita susun sedemikian rupa oleh masing-masing spesialis itu mewakili tata laksana di bidangnya masing-masing," jelas Wenny.
Modul tersebut menjadi bahan utama pelatihan, sekaligus panduan bagi dokter dalam menentukan peran, waktu rujukan, dan kolaborasi antarbidang.
Baca tanpa iklan