Berbeda dengan miom, kista ovarium sering kali berkaitan dengan proses ovulasi yang merupakan bagian normal dari siklus menstruasi wanita.
Selain ovulasi, kista ovarium juga dapat terbentuk akibat:
- Pembelahan sel yang abnormal
- Endometriosis
- PCOS
- Penyakit peradangan panggul
Karena sering kali tidak bergejala, kista ovarium kerap ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan panggul atau USG untuk keperluan lain.
Gejala Miom dan Kista yang Sering Diabaikan
Miom dan kista tidak selalu menimbulkan keluhan, terutama jika ukurannya kecil. Namun, saat ukurannya membesar, gejala mulai muncul dan kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala miom yang perlu diwaspadai meliputi:
- Perdarahan di luar jadwal menstruasi
- Nyeri hebat saat haid
- Perut buncit bagian bawah
- Rasa kembung di perut bawah
- Sering buang air kecil
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Nyeri punggung bawah
- Sembelit
- Keputihan abnormal kronis
- Anyang-anyangan
Sementara itu, gejala kista ovarium yang dapat muncul antara lain:
- Nyeri panggul atau punggung bawah
- Rasa penuh di perut bagian bawah
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Nyeri menstruasi
- Menstruasi tidak teratur
- Sembelit atau anyang-anyangan
Karena gejalanya sering mirip dan cenderung ringan, banyak wanita baru menyadari kondisinya ketika ukuran miom atau kista sudah membesar.
Dampaknya terhadap Kesuburan dan Kehamilan
Lebih lanjut dr Budi ungkap menjelaskan jika miom dan kista umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap bisa berdampak pada kesehatan reproduksi.
Miom jarang menyebabkan infertilitas. Namun, bila miom tetap ada selama kehamilan, kondisi ini dapat memicu komplikasi seperti solusio plasenta, gangguan pertumbuhan janin, hingga kelahiran prematur.
Sementara itu, kista yang berkaitan dengan PCOS dapat menurunkan peluang kehamilan. Kista terbentuk dari sel telur yang tidak matang, sehingga proses pembuahan menjadi lebih sulit terjadi.
Bisakah Miom dan Kista Dicegah?
Karena penyebab pastinya belum diketahui, pencegahan miom dan kista tidak dapat dilakukan secara spesifik.
Meski demikian, beberapa langkah dapat membantu menurunkan risikonya.
Menjaga berat badan ideal penting untuk mencegah ketidakseimbangan hormon akibat obesitas.
Konsumsi obat yang mengandung hormon juga dapat membantu mencegah miom atau kista bertambah besar, sesuai anjuran dokter.
Pemeriksaan panggul secara rutin menjadi langkah penting untuk deteksi dini sebelum kondisi berkembang lebih parah.
Baca tanpa iklan