News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Musim Hujan

5 Penyakit yang Paling Sering Menyerang Anak Saat Musim Hujan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Musim hujan di Indonesia biasa diringi dengan peningkatan berbagai penyakit, terutama pada anak-anak.
  • Berikut lima penyakit yang paling sering muncul saat musim hujan dan perlu diwaspadai orang tua.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musim hujan di Indonesia bukan hanya identik dengan cuaca dingin dan genangan air, tapi juga peningkatan berbagai penyakit, terutama pada anak-anak.

Kondisi lingkungan yang lembap, sanitasi yang menurun, hingga perubahan perilaku saat hujan menjadi faktor utama lonjakan penyakit.

Baca juga: DBD Meningkat di Jakarta saat Musim Hujan, Kenali Gejala dan Tanda Bahayanya

Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K).

Berikut lima penyakit yang paling sering muncul saat musim hujan dan perlu diwaspadai orang tua.


1. Influenza, Bukan Sekadar Flu Biasa

Influenza menjadi salah satu penyakit yang paling meningkat saat musim hujan. 

Berbeda dengan batuk pilek biasa, influenza bisa menyebabkan demam tinggi, nyeri badan hebat, anak tampak sangat lemas, bahkan berujung komplikasi.

“Dikatakan influensa peningkatannya sampai 38 persen , bahkan di Indonesia minggu ke-40 2025 sampai 55 persen,” jelas Prof. Anggraini pada media briefing virtual, Jumat (30/1/2026). 

Lingkungan dingin dan lembap membuat virus lebih stabil, ditambah kebiasaan berkumpul di ruangan tertutup yang mempercepat penularan antaranggota keluarga.

 

2. Diare Akut, Ancaman Serius pada Anak

Ilustrasi anak diare (net)

Penyakit diare meningkat tajam saat musim hujan akibat kontaminasi air dan menurunnya kualitas sanitasi.

"Diare di Indonesia dikatakan begitu musim hujan, lebih dari 4 kali lebih tinggi dibandingkan musim kemarau,"imbuhnya. 

Bakteri seperti E. coli, Shigella, dan Salmonella mudah berkembang. 

Pada anak, diare bisa cepat menyebabkan dehidrasi karena cadangan cairan tubuh mereka terbatas.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini