"Kita harus proaktif. Kampanye digital yang cerdas dan tepat sasaran akan membangun kewaspadaan publik tanpa memicu kepanikan. Tujuannya adalah membangun kemandirian masyarakat dalam menerapkan prokes secara sadar sebagai gaya hidup baru," ucap Neng Eem.
Dia berharap penguatan literasi kesehatan digital dapat berperan memutus mata rantai penularan zoonosis sejak dari lingkup keluarga, sekaligus melengkapi kebijakan skrining ketat yang diterapkan pemerintah di pintu masuk negara.
"Literasi masyarakat mengenai risiko penyakit zoonosis masih perlu ditingkatkan agar protokol kesehatan tidak hanya dipandang sebagai pencegahan antarmanusia, tetapi juga interaksi dengan lingkungan dan hewan," tandasnya.
Munculnya laporan kasus virus Nipah di India membuat pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan, tingkat fatalitas penyakit tersebut cukup tinggi, yakni berkisar antara 40 hingga 70 persen pada pasien dengan gejala berat.
Baca tanpa iklan