Ringkasan Berita:
- Kasus kanker di Indonesia terus meningkat.
- Ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien di RS Kanker Dharmais.
- RS rujukan kanker nasional pertumbuhan pasien rawat jalan mencapai rata-rata 6,01 persen per tahun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Angka kasus kanker di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan pasien di RS Kanker Dharmais, sebagai RS rujukan nasional.
Baca juga: Pesan Penyintas pada World Cancer Day 2026: Layanan Pengobatan Kanker Perlu Lebih Ramah Pasien
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko Werdi Nindito menjelaskan, jumlah kunjungan pasien mengalami kenaikan signifikan dalam enam tahun terakhir.
Pada 2019, tercatat sebanyak 268.135 kunjungan, sementara pada 2024 jumlah tersebut meningkat menjadi 366.635 kunjungan, meski sempat menurun saat pandemi Covid-19.
Baca juga: Menelisik Tren Kasus Kanker di Indonesia, Dirut RSMR Ungkap Jenis Dominan dan Pemicunya
“Ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kanker di masyarakat,” ujar Soeko dalam kegiatan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (1/2/2026).
Adapun jenis kanker dengan jumlah kunjungan tertinggi meliputi :
- kanker payudara
- kanker serviks
- kanker kolorektal
- kanker paru
- kanker pada anak
Berdasarkan data periode 2019–2024, pertumbuhan pasien rawat jalan mencapai rata-rata 6,01 persen per tahun.
Sementara, pasien rawat inap meningkat 11,67 persen per tahun. Artinya, semakin banyak kasus kanker yang kompleks.
“Kanker bisa menyerang banyak organ seperti otak, mata, hidung, payudara, paru-paru, leher rahim hingga organ lainnya,” ungkap dia.
Multi Faktor Penyebab Kanker
Meski demikian, penyebab kanker tidak hanya satu faktor tetapi multi faktor.
Hingga kini, faktor penyebab kanker masih terus diteliti, meskipun beberapa di antaranya telah diketahui.
“Penyebab kanker itu berbeda-beda. Ada yang diturunkan atau genetik, ada yang disebabkan oleh virus, ada yang dipengaruhi gaya hidup, dan ada juga yang berkaitan dengan apa yang masuk ke dalam tubuh,” jelasnya.
Baca tanpa iklan