Sering Olahraga Tapi Gagal Kurus? Ternyata Ini Kesalahan Pola Makan yang Sering Terjadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang sudah rutin berolahraga, tapi hasil di timbangan terasa stagnan.
Kondisi ini sering memicu anggapan bahwa jenis olahraga yang dipilih kurang efektif.
Baca juga: Fenomena Kenaikan Berat Badan Saat Puasa Ramadan
Padahal, persoalan utamanya kerap bukan pada olahraga, melainkan pada pengaturan makan yang kurang tepat.
Isu ini menjadi semakin relevan saat Ramadan, ketika pola makan berubah drastis.
Tanpa strategi nutrisi yang seimbang, olahraga justru tidak memberi manfaat optimal bagi tubuh.
Masalahnya Bukan di Olahraga Tapi di Pengaturan Makan
Dalam praktik sehari-hari, kesalahan paling umum terjadi pada pemenuhan karbohidrat.
Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga yang berpraktik di RS Pondok Indah (RSPI),dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O.
Banyak orang menghindari karbohidrat karena takut berat badan naik, padahal zat gizi ini tetap dibutuhkan tubuh, terutama saat beraktivitas fisik.
“Mungkin bukan olahraganya yang salah, olahraganya mungkin sudah benar, tapi pengaturan makannya yang harus kita perbaiki,"ungkapnya dalam media briefing virtual yang diselenggarakan RS Pondok Indah, Rabu (18/2/2026).
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama.
Sebelum dan sesudah latihan, tubuh tetap membutuhkan asupan karbohidrat yang diimbangi protein untuk membantu pemulihan otot.
Menghindari karbohidrat secara ekstrem justru bisa menurunkan performa dan mengganggu keseimbangan energi.
Namun, jenis karbohidrat yang dipilih perlu diperhatikan.
Baca tanpa iklan