Karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau nasi merah memberikan energi yang lebih stabil dibanding karbohidrat sederhana dari minuman manis.
Hindari Sumber Kalori Kosong Setelah Olahraga
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memilih sumber karbohidrat dari minuman manis dan gorengan.
Minuman seperti kopi manis atau sirup memang memberi rasa segar, tetapi tidak menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh setelah olahraga.
“Jadi, bukan karbohidrat sederhana. Bukan minuman manis yang kita mau ya. Kopi yang manis, nah itu jangan,"imbuhnya.
Kalori dari gorengan dan minuman manis mudah menumpuk tanpa memberi rasa kenyang yang bertahan lama.
Akibatnya, asupan energi menjadi berlebihan sementara kualitas nutrisi tetap rendah.
Pilihan karbohidrat kompleks, ditambah protein yang cukup, membantu tubuh pulih tanpa menambah kalori berlebihan.
Prinsip ini berlaku baik saat Ramadan maupun di luar bulan puasa.
Protein Tidak Perlu Berlebihan
Ada anggapan bahwa konsumsi protein harus ditingkatkan selama puasa agar tubuh lebih kuat menahan lapar.
Secara nutrisi, protein memang penting sebagai bahan baku otot, tetapi tidak perlu dikonsumsi secara berlebihan.
“Jadi nggak perlu protein tambahan supaya kita lebih kuat," sambungnya.
Pendekatan yang lebih efektif adalah mengatur komposisi piring makan.
Satu piring ideal dapat dibagi menjadi tiga bagian: sepertiga karbohidrat, sepertiga protein, dan sepertiga sayur serta buah.
Komposisi ini membantu menjaga keseimbangan nutrisi tanpa perlu menambah porsi protein secara ekstrem.
Untuk membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, fokus bisa dialihkan pada karbohidrat kompleks dan asupan serat dari sayur dan buah.
Baca tanpa iklan