News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Batas Aman Gula Darah agar Diabetesi yang Berpuasa Tak Berujung Darurat

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bagi diabetesi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ini soal menjaga keseimbangan gula darah agar tidak jatuh terlalu rendah atau melonjak drastis.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:

  • Bagi diabetesi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. 
  • Ini soal menjaga keseimbangan gula darah agar tidak jatuh terlalu rendah atau melonjak drastis.
  • Sampai batas mana diabetesi aman berpuasa?

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ramadan sering jadi momen refleksi, termasuk bagi penyandang diabetes. 

Namun satu pertanyaan selalu muncul: sampai batas mana diabetesi aman berpuasa?

Baca juga: Cegah Risiko Hipoglikemia & Hiperglikemia di Bulan Puasa, Diabetesi Bisa Lakukan 4 Tips Ini

Bagi diabetesi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ini soal menjaga keseimbangan gula darah agar tidak jatuh terlalu rendah atau melonjak drastis.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Eka Hospital BSD, Prof. dr. Hari Hendarto, Sp. P.D, Subsp. E.M.D. (K), Ph.D, MARS, kunci utamanya adalah kontrol dan persiapan.

“Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa,"ungkap dr Hari pada keterangannya, Rabu (4/2/2026). 

Namun, tidak semua pasien berada di zona aman.

Kenali Dua Ancaman Utama Saat Puasa

Ilustrasi sakit kepala berat. (Shutterstock)

Tantangan terbesar diabetesi saat puasa adalah menjaga gula darah tetap stabil.

Ada dua risiko yang paling sering terjadi:

1. Hipoglikemia


Penurunan gula darah drastis di bawah 70 mg/dL. Gejalanya bisa berupa pusing, gemetar, lemas, bahkan pingsan. Kondisi ini biasanya terjadi di siang hari.

2. Hiperglikemia


Lonjakan gula darah yang tidak terkendali akibat asupan karbohidrat atau gula berlebih saat berbuka.

Dua kondisi ini bisa berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik.

Batas Aman: Kapan Harus Bertahan, Kapan Harus Berhenti?

Puasa tidak boleh memaksakan diri. Batas tegasnya jelas, segera batalkan puasa bila gula darah turun di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini