Ringkasan Berita:
- Tidak ada orang tua yang benar-benar sempurna dalam mengasuh anak. Kesalahan dalam proses pengasuhan bisa saja terjadi.
- Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meminta maaf kepada anak ketika orang tua melakukan kesalahan.
- Peran orang tua sangat besar dalam membentuk karakter serta pola pikir anak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lingkungan keluarga menjadi tempat pertama bagi seorang anak belajar memahami dunia. Cara orang tua berbicara, bersikap, hingga menyelesaikan masalah di rumah ternyata memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak di masa depan.
Baca juga: Perubahan Sikap Anak Paula Verhoeven Setelah Tinggal Bersama Baim Wong
Tanpa disadari, setiap perilaku yang ditunjukkan orang tua sehari-hari dapat menjadi contoh yang ditiru anak dan kemudian membentuk pola pikir serta cara mereka bersikap ketika tumbuh dewasa.
Psikolog Anak dan Keluarga Friska Asta M.Psi.T menjelaskan bahwa anak pada dasarnya belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari di lingkungan rumah. Karena itu, hubungan antar anggota keluarga, cara berkomunikasi, hingga bagaimana konflik diselesaikan dapat menjadi “pelajaran hidup” bagi anak.
“Saya terselalu menganalogikan anak itu kayak komputer, dan orang tua itu yang install sebagian macam software yang ada di anak,” ungkap Friska pada acara BEBIOTIC x SONOBEBE Meet and Greet & Store Visit di Tangerang, Banten, Senin (9/3/2026).
Friska menjelaskan bahwa proses belajar anak tidak hanya berasal dari nasihat atau arahan yang diberikan secara langsung oleh orang tua. Justru, banyak nilai dan kebiasaan yang dipelajari anak melalui pengamatan terhadap perilaku orang tuanya setiap hari.
“Sedangkan kalau manusia itu install dari apa yang dia lihat,” ujarnya.
Hal tersebut berarti anak akan cenderung meniru perilaku yang mereka saksikan di rumah. Misalnya, jika anak sering melihat orang tua menyelesaikan masalah dengan emosi atau kemarahan, mereka dapat menganggap cara tersebut sebagai sesuatu yang normal.
Sebaliknya, jika orang tua menunjukkan komunikasi yang baik, saling menghargai, dan mampu menyelesaikan konflik dengan tenang, anak juga akan belajar meniru pola perilaku yang positif tersebut.
Karena itu, Friska menilai peran orang tua sangat besar dalam membentuk karakter serta pola pikir anak. Setiap kebiasaan yang ditunjukkan orang tua di rumah dapat menjadi semacam “program” yang tertanam dalam diri anak.
“Jadi kita adalah mesin penginstall terpenting dunia, karena kita menginstall anak manusia,” lanjutnya.
Baca juga: Orangtua Disarankan Sisihkan 5-10 Persen Penghasilan untuk Persiapan Biaya Pendidikan Anak
Meski demikian, Friska menegaskan bahwa tidak ada orang tua yang benar-benar sempurna dalam mengasuh anak. Kesalahan dalam proses pengasuhan bisa saja terjadi.
Namun yang terpenting adalah adanya kesadaran dari orang tua untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meminta maaf kepada anak ketika orang tua melakukan kesalahan.
Menurut Friska, sikap tersebut justru dapat menjadi pelajaran berharga bagi anak tentang pentingnya tanggung jawab, empati, serta kemampuan untuk memperbaiki diri ketika melakukan kesalahan.
Baca juga: Komisi X DPR Desak Pemerintah Jamin Keberlanjutan Pendidikan Anak Terdampak Banjir Sumatra
Baca tanpa iklan