News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wabah Campak

Sekali Kena Campak, Benarkah Tidak Terinfeksi Lagi?

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CAMPAK - Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi, Dr. dr. Adityo Susilo dan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Dr dr Sukamto Koesnoe di Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026) memberikan penjelasan terkait anggapan fakta atau mitos bahwa, seseorang yang pernah terkena campak saat kecil tidak akan terkena lagi saat dewasa.

 

Ringkasan Berita:

  • Ada anggapan seseorang yang pernah terkena campak saat kecil tidak akan terkena lagi saat dewasa.
  • Benarkah anggapan ini?
  • Dokter memberikan penjelasannya.

 


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Ada anggapan bahwa, seseorang yang pernah terkena campak saat kecil tidak akan terkena lagi saat dewasa.

Benarkah demikian? 

Baca juga: Muncul Ruam yang Mirip, Ini Beda Campak Biasa dan Campak Jerman atau Rubella 

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi, Dr. dr. Adityo Susilo memberikan penjelasannya.

Ia mengatakan, pertanyaan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Kekebalan tubuh terhadap penyakit apalagi yang disebabkan virus seperti campak bisa didapatkan dengan dua cara.

Pertama infeksi alami (natural immunity) dan kedua melalui vaksinasi.

“Kalau seseorang benar-benar pernah terinfeksi campak, maka akan memiliki kekebalan yang umumnya bertahan lama,” jelas dr. Adityo di Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).

 PENYAKIT CAMPAK -  Meningkatnya mobilitas masyarakat saat momen hari raya berpotensi meningkatkan penularan penyakit menular, salah satunya Campak.Aktivitas silaturahmi, perjalanan antar daerah, hingga kerumunan membuat virus lebih mudah menyebar, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan (HO/IST/ho/IST)

Dalam dunia medis, penyakit campak dikenal dapat memberikan lifelong immunity atau kekebalan jangka panjang. 

Namun ia menekankan, untuk menguji pernyataan tersebut harus ada kepastian diagnosis di masa lalu.

Banyak orang mengaku pernah terkena campak saat kecil, tetapi tidak memiliki diagnosis medis yang jelas.

Gejala seperti ruam kulit seringkali disalahartikan sebagai campak, padahal bisa jadi penyakit lain.

"Dulu pernah kena campak, sekarang tidak bisa kena campak, bisa jadi fakta. Tapi akan ada pertanyaan disitu yakin yang dulu campak?Benar orang tuanya yang periksa sendiri?," tegas dia.

Selain itu, faktor lain adalah penurunan daya tahan tubuh seiring waktu atau waning immunity. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini