News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cuaca Ekstrem Bikin Paru 'Drop', Ini Penyakit Paling Sering Muncul Saat Hujan dan Panas Berlebihan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana permukiman dengan latar awan gelap di Jakarta, Senin (20/1/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat akan potensi cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer dalam sepekan ke depan, angin Monsun Asia yang mendominasi wilayah Indonesia, fenomena La Nina lemah, serta aktivitas gelombang atmosfer seperti Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin, menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

“Apabila PM 2,5 yang banyak masuk akan bisa menyebabkan gangguan pernafasan jangka panjang,” jelasnya.

Partikel kecil ini bahkan bisa mencapai bagian paru paling dalam (alveoli) dan memicu gangguan kronis.

Bisa Picu Penyakit Serius

Paparan debu dan polusi dalam jangka panjang tidak hanya berdampak pada paru, tetapi juga bisa memicu penyakit lain.

“Tidak hanya segala gangguan pernapasan, tapi juga gangguan jantung dan sebagainya,” tambahnya.

Fenomena “batuk bergantian” di kantor atau rumah sering dianggap hal biasa. Padahal, ini bisa menjadi tanda daya tahan tubuh sedang menurun akibat cuaca ekstrem.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan paru di tengah cuaca ekstrem menjadi kunci utama agar tidak jatuh pada kondisi yang lebih berat.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini