News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Riwayat Keluarga hingga Gaya Hidup, Ini 5 Sinyal Risiko Kanker yang Sering Diabaikan

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RISIKO KANKER - Konsultan Senior Ahli Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre, Dr Tanujaa Rajasekaran, mengungkapkan pentingnya mengenali sinyal risiko kanker sejak dini, mulai dari riwayat keluarga hingga gaya hidup, dalam Forum Onkologi Lessons for Life 2026: Cancer Care Conversations IHH Healthcare Singapore, Sabtu (18/4/2026). Ia menekankan deteksi dini dan kewaspadaan terhadap gejala yang tidak kunjung hilang sebagai kunci pencegahan.

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mengira kanker muncul tanpa peringatan. 

Padahal, dalam banyak kasus, risiko sudah bisa dikenali sejak awal, bahkan sebelum gejala muncul.

Konsultan Senior Ahli Onkologi Medis di Parkway Cancer Centre, Dr Tanujaa Rajasekaran, mengungkapkan bahwa memahami risiko adalah langkah awal yang krusial dalam pencegahan kanker.

“Oke, jadi saya pikir ini dimulai dari yang pertama, yaitu mengetahui riwayat keluarga Anda, bukan?” ungkapnya pada Forum Onkologi Lessons for Life 2026: Cancer Care Conversations IHH Healthcare Singapore yang juga diselenggarakan secara daring, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, riwayat keluarga menjadi indikator penting yang sering diabaikan.

Jika dalam keluarga terdapat kasus kanker dengan jenis yang sama atau berkaitan, seperti kanker payudara atau ovarium, maka risiko seseorang bisa meningkat.

“Jadi, jika Anda memiliki anggota keluarga dengan jenis kanker yang sama atau kanker terkait, kanker payudara, kanker ovarium, Anda mungkin berisiko lebih tinggi atau memiliki anggota keluarga yang didiagnosis menderita kanker pada usia dini," paparnya.

Kedua, riwayat kesehatan pribadi juga tidak kalah penting.

Sebagai contoh, seseorang yang merupakan pembawa hepatitis B memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker hati, sehingga perlu pemantauan rutin.

“Jadi, misalnya, jika saya pembawa hepatitis B, bukan? Itu meningkatkan risiko saya terkena kanker hati," imbuhnya. 

Baca juga: Melawan Kanker dengan Pendekatan Progresif: Dari Deteksi Dini hingga Akses Terapi Inovatif

Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan berkala menjadi kunci untuk mendeteksi kanker pada tahap awal.

Faktor ketiga yang tak kalah penting adalah gaya hidup. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol menjadi risiko yang sudah banyak diketahui, tetapi tetap sering diabaikan.

Keempat, menjaga berat badan ideal dan rutin berolahraga juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kanker.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini