News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dokter: Efek Campak Bisa Muncul ke Otak Bertahun-tahun Kemudian

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CAMPAK PADA ANAK — Seorang anak menunjukkan gejala ruam campak saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Dokter mengingatkan infeksi campak tidak selalu ringan karena dalam kondisi tertentu dapat berdampak hingga ke otak, bahkan bertahun-tahun kemudian.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dokter spesialis penyakit dalam mengingatkan bahwa infeksi campak tidak selalu berhenti pada gejala ruam, karena dalam kondisi tertentu efeknya dapat muncul kembali dan berdampak pada otak, bahkan bertahun-tahun kemudian.

Peringatan ini disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital MT Haryono, dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD, dalam media briefing di Jakarta Timur, Senin (4/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan dalam forum diskusi kesehatan yang dihadiri sejumlah media.

Menurutnya, virus campak dapat memengaruhi sistem imun secara menyeluruh, terutama ketika daya tahan tubuh sedang menurun.

“Pokoknya sel imun kita itu kena ketika imunitas kurang bagus, dia akan ngenain semua. Jadi semuanya kayak ke shutdown gitu loh,” jelasnya.

 
Imunitas Melemah

Ia menjelaskan, saat sistem imun melemah, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai komplikasi, termasuk pada organ vital.

“Ketika kita lebih rentan ke paru, terus ada bakteri sesuatu, ya kenanya di sini. Tunggu pasien masing-masing,” ujarnya.

Hal ini membuat dampak campak dapat berbeda pada setiap individu, bergantung pada kondisi tubuh masing-masing.

Baca juga: Influenza Ada Sepanjang Tahun di Indonesia, Ini Waktu Terbaik Vaksin

 
Risiko ke Otak

Salah satu komplikasi yang paling diwaspadai adalah peradangan pada otak, seperti meningitis dan ensefalitis.

Namun, dokter menegaskan kondisi ini tidak dapat diprediksi sejak awal.

“Kalau kamu nanya, pasien yang gimana nih dok, yang bakal bisa radang otak? Itu nggak bisa,” tegas dr. Erpryta.

Ia menambahkan, efek tersebut tidak selalu muncul saat infeksi terjadi.

“Bahkan dikatakan di penelitian, ketika kena sekarang nih (campak), bisa jadi kenanya meningitisnya atau encefalitis peradangan otaknya beberapa tahun kemudian,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebut komplikasi tersebut tergolong jarang, namun tetap perlu diwaspadai dalam praktik medis.

Untuk memastikan adanya komplikasi ke otak, diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini