"Jangan terjebak pada berita bahwa ini akan segera muncul vaksin baru atau apa. Kita dudukkan saja sebagai suatu risiko yang bisa dikendalikan," tambahnya.
Pemerintah melalui Kemenkes berkomitmen untuk terus memberikan informasi transparan melalui konferensi pers rutin setiap minggu agar masyarakat mendapatkan data yang benar langsung dari sumbernya, bukan dari informasi hoaks yang beredar.
Masyarakat diminta untuk tetap beraktivitas normal namun tetap waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengendalikan populasi tikus di sekitar tempat tinggal.
Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali
Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, kasus Hantavirus di DKI Jakarta sempat membuat masyarakat khawatir karena mengingatkan pada penyebaran penyakit menular saat pandemi COVID-19.
Namun Kementerian Kesehatan memastikan virus ini tidak mudah menular antarmanusia dan situasi saat ini masih terkendali.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh kontak erat pasien selama masa inkubasi.
Baca juga: Jalur Perjalanan WNA Sebelum Kontak Erat dengan Korban Hantavirus, Dari Argentina hingga ke Jakarta
“Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman,” ujarnya dalam dilansir dari website resmi Kementerian Kesehatan, Rabu (13/5/2026).
Kasus yang kini ditangani disebut berasal dari kontak erat seorang warga negara asing (WNA) yang sebelumnya berada di kapal luar negeri.
Pemerintah menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026.
Setelah itu, pasien berhasil diidentifikasi pada 8 Mei dan langsung dievakuasi ke RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi.
Menkes mengatakan sistem pengawasan penyakit menular Indonesia kini jauh lebih siap dibanding beberapa tahun lalu.
“Indonesia sejak pandemi COVID-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya,” katanya.
Sampai saat ini, seluruh hasil pemeriksaan kontak erat masih menunjukkan hasil negatif.
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan selama 14 hari sejak 8 Mei 2026 untuk memastikan tidak muncul gejala baru.
Hantavirus Lebih Banyak Menular dari Tikus
Di tengah kekhawatiran masyarakat, Kemenkes menegaskan penularan Hantavirus berbeda dengan COVID-19.
Baca tanpa iklan