“Anda tidak memaksa hasilnya, hanya memberi kesempatan secara konsisten sampai tubuh mulai mengantisipasi dan meresponsnya,” tambah Birch. Ia mengatakan biasanya butuh sekitar dua hingga empat minggu hingga perubahan mulai terasa.
Birch juga menyarankan untuk menjauhkan ponsel, menaikkan kaki dengan bangku kecil agar posisi menyerupai jongkok, dan melakukan pernapasan perut untuk membantu memijat usus.
Keduanya menekankan bahwa konsistensi sangat penting. “Jangan melewatkan hari atau berhenti setelah seminggu, karena proses pembiasaan bisa terulang dari awal. Perlakukan seperti menyikat gigi agar menjadi kebiasaan baru,” kata Birch.
2. Minum Kopi Berkafein di Pagi Hari
Selain membantu lebih segar di pagi hari, kopi berkafein juga bisa membantu merangsang buang air besar.
“Penelitian menunjukkan bahwa kafein bekerja sebagai stimulan langsung pada saluran pencernaan, memicu kontraksi di usus besar dan rektum yang mirip dengan refleks gastrokolik,” jelas Malieckal.
Bagi orang yang cocok dengan kopi, secangkir kopi setelah bangun tidur dapat membantu mendorong aktivitas usus.
Jika ingin memindahkan jadwal buang air besar dari sore ke pagi (atau sebaliknya), kopi saat makan bisa membantu. Namun, jika minum kopi di sore hari, perlu diingat bahwa kafein tambahan dapat mengganggu tidur.
3. Magnesium di Malam Hari
“Magnesium adalah salah satu alat paling andal untuk membantu mengatur waktu buang air besar karena dosis dan waktunya berpengaruh langsung pada kapan usus bergerak,” kata Birch.
Ia menyarankan mengonsumsi suplemen magnesium seperti magnesium citrate atau oxide di malam hari dengan dosis awal sekitar 300 mg dan segelas penuh air sebelum tidur agar membantu buang air besar keesokan paginya.
Jika terlalu kuat efek pencaharnya, Birch menyarankan beralih ke magnesium glycinate yang lebih lembut.
“Kuncinya adalah mulai dari dosis rendah dan naikkan perlahan. Terlalu banyak terlalu cepat bisa menyebabkan diare, yang justru mengganggu jadwal,” jelasnya.
Tips Lain Agar Lebih Lancar
- Tambahkan serat secara bertahap.
Serat penting untuk keteraturan pencernaan, tetapi banyak orang belum memenuhi kebutuhan hariannya. Birch menyarankan fokus pada serat larut yang membantu melembutkan dan menambah volume tinja.
- Pertimbangkan psyllium.
Malieckal menyebut psyllium sebagai sumber serat larut dengan efektivitas tinggi untuk membantu keteraturan buang air besar.
- Cukupi cairan.
Baca tanpa iklan