Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR Abu Daud)
Musibah Dalam Pandangan Islam
Menurut ajaran Islam, musibah dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu musibah atas kehendak Allah SWT, akibat ulah manusia, dan takdir.
Hal ini dijelaskan dalam skripsi berjudul Musibah dalam Al-Qur'an oleh Muhammad Abdul Ghaniy Morie, mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQT) mahasiswa Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta (2019).
1. Musibah Terjadi atas Kehendak Allah SWT
Allah SWT Maha Berkehendak atas segala sesuatu yang terjadi kepada makhluk-Nya.
Setiap musibah yang menimpa manusia terjadi atas kehendak-Nya, yang bukan hanya menjadi teguran namun juga ujian.
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun [64]: 11).
2. Musibah Terjadi karena Ulah Manusia
Meski Allah SWT adalah Yang Maha Berkehendak, tindakan manusia dalam kehidupannya juga dapat mendatangkan musibah dan bencana.
Allah SWT menciptakan manusia dengan kemampuan untuk berpikir sehingga mereka seharusnya dapat memikirkan akibat dari tindakannya.
Misalnya, membuang sampah sembarangan, menggunduli hutan, mengotori sungai, dan tindakan lain yang dapat menyebabkan banjir.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum [30]: 41)
3. Musibah yang Terjadi Sesuai Takdir
Sebelum musibah terjadi, semua kehidupan telah tertulis di sisi Allah SWT di Lauhul Mahfuzh.
Musibah ini terjadi karena ketetapan Allah SWT sebelum menciptakan makhluk-Nya.
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid [57]: 22)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan