Dalam buku Fiqih Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, disebutkan sebuah hadis yang menjelaskan hal tersebut.
"Maukah aku tunjukkan kepada kamu sebaik-baik amal-amal kamu, paling bersih di sisi raja kamu, paling kuat dalam mengangkat derajat kamu, lebih baik bagi kamu daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik bagi kamu daripada kamu bertemu musuh lalu menebas leher mereka dan mereka menebas leher-leher kalian?" Mereka berkata, "Baiklah wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Dzikir kepada Allah." (HR. Tirmidzi)
Mereka yang lalai dari berdzikir kepada Allah Swt dalam keadaan apapun, maka setan akan menguasai mereka.
"Barang siapa lalai dari berdzikir kepada Ar-Rahman, kami kuasakan atasnya setan, dan dia menjadi pendamping baginya." (QS. Az-Zukhruf: 36)
Dalam Kitab Al-Waabil Ash-Shayyib disebutkan bahwa Ibnu Abbas berkata, "Setan adalah jatsim (mendekam dan menetap) dalam hati anak keturunan Adam. Apabila seseorang lupa dan lalai, niscaya dia memberi was-was. Tapi jika dia dzikir pada Allah, setan menjadi khanas (menahan diri dari mengganggunya)."
Karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk selalu membentengi hatinya dengan dzikir agar tidak dikuasai setan, terutama mereka yang sedang sakit hati.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan