Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan amal yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluarga, dan air yang dingin.” (HR. Tirmidzi)
Doa Nabi Daud Memohon Ampunan Allah SWT
رَبِّ اغْفِرْ لِي
Rabbi ighfir lī
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku.”
Doa Nabi Daud dan Sulaiman
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ
Alḥamdu lillāhilladzī faḍḍalanā ‘alā katsīrin min ‘ibādihil-mu’minīn
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami atas banyak dari hamba-hamba-Nya yang beriman.” (QS. An-Naml: 15)
Dzikir Nabi Daud
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
Kisah Nabi Daud dan Bani Israil
Kisah Nabi Daud AS tidak hanya tentang keberaniannya melawan Jalut, tetapi juga mencerminkan kecerdasan strategi dan inovasi yang luar biasa.
Sejak kecil sebagai penggembala, ia terbiasa menghadapi tantangan sehingga membentuk pola pikir taktis yang berguna dalam peperangan.
Al-Qur’an menggambarkan Nabi Daud AS sebagai pemimpin yang bijak, berilmu, dan memiliki kemampuan teknologi, terutama dalam pembuatan baju zirah dari besi.
Kemampuan ini menunjukkan adanya pengetahuan teknis yang bisa diajarkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat, bukan sekadar mukjizat pribadi.
Pembuatan zirah dengan teknik anyaman besi (chainmail) menjadi bukti inovasi besar di bidang militer karena menghasilkan perlindungan yang kuat namun fleksibel.
Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Daud AS telah melampaui zamannya dalam hal teknologi perlindungan perang, seperti dijelaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor.
Mengutip Muhammadiyah, dijelaskan kisah Nabi Daud AS berkaitan erat dengan perjalanan panjang Bani Israil setelah wafatnya Nabi Musa dan Nabi Harun.
Baca juga: Doa Ketika Mendapat Musibah Agar Hati Tenang, Sabar, dan Kuat
Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh Yusya’ bin Nun hingga akhirnya mereka berhasil memasuki tanah yang dijanjikan, yaitu Palestina.
Baca tanpa iklan