“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab…” (QS. An-Nisa ayat 56)
Ayat ini menunjukkan bahwa siksa neraka berlangsung terus-menerus tanpa henti.
Sementara itu, dalam QS. Al-Ghasyiyah ayat 4–7 dijelaskan: “Mereka memasuki api yang sangat panas (neraka), diberi minum dari sumber air yang sangat panas. Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.”
Gambaran ini menegaskan penderitaan fisik yang sangat berat, sebagaimana digambarkan dalam QS. Al-Hajj ayat 19–22.
“...Pakaian mereka adalah dari api, disiramkan air yang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan itu dihancurkan apa yang ada dalam perut mereka dan kulit mereka…” (QS. Al-Hajj ayat 19–22)
Ayat ini semakin memperjelas betapa dahsyatnya azab yang menimpa penghuni neraka, baik dari panas api maupun siksaan lainnya.
Penjelasan tersebut diperkuat oleh hadis Rasulullah SAW.
“Api kalian ini hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka Jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa panas api neraka jauh lebih dahsyat dibandingkan api di dunia.
“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya adalah seseorang yang diletakkan dua bara api di bawah telapak kakinya sehingga otaknya mendidih.” (HR. Muslim)
Hal ini menegaskan bahwa tidak ada siksa yang benar-benar ringan di neraka.
Namun, di balik ancaman tersebut, Islam juga memberikan harapan bagi umat manusia.
“Diharamkan atas api neraka setiap orang yang rendah hati, lemah lembut, mudah, dan dekat dengan manusia.” (HR. Ahmad)
Siksa Ahli Neraka yang Dilihat Rasulullah SAW
Dalam peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW. didampingi oleh Malaikat Jibril untuk melihat siksa para ahli neraka.
Isra Miraj adalah perjalanan spiritual Rasulullah SAW. ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT.
Baca tanpa iklan